Caracas, LiputanIslam.com–Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengecam dukungan AS atas kemungkinan kudeta militer untuk menjatuhkan Presiden Nicolas Maduro.

Berbicara lewat siaran televisi nasional pada Jumat (2/2/18), Padrino mengatakan perjalanan Menlu AS Rex Tillerson ke 5 negara Amerika Latin baru-baru ini bertujuan untuk mengintervensi pemerintah Venezuela yang sosialis.

Menurutnya, Washington mencoba menjatuhkan demokrasi di Amerika Latin dan mengembalikan masa-masa “imperialisme.”

“Pria ini… mencoba membujuk pemerintah-pemerintah Amerika Latin untuk mengintervensi Venezuela…,” ucapnya, sembari menambahkan bahwa sanksi yang dijatuhkan AS berperan besar atas kesulitan ekonomi di Venezuela.

Dalam pidato panjang di Universitas Texas pada Kamis (1/2/18) sebelum perjalanannya ke Amerika Latin, Tillerson menyatakan dukungannya jika terjadi kudeta militer dalam rangka menggulingkan Maduro.

Tillerson mengklaim, AS tidak sedang mengimplementasi kebijakan “penggantian rezim” di Venezuela, namun menyarankan Maduro untuk melepaskan kekuasaannya sendiri.

Maduro, sebagai pemimpin penerus Hugo Chavez yang meninggal pada 2013, telah mengalami protes anti-pemerintah yang masif selama dua tahun terakhir.

Pihak oposisi sayap kanan menuduh Maduro mendirikan pemerintah diktator dan mencoba memperkukuh kekuatan untuk Partai Sosialis Venezuela yang dipimpinnya.

Sementara itu, Maduro menuding kelompok oposisi ini disokong oleh AS dalam rangka menjatuhkan pemerintah sosialis-nya, menghancurkan ekonomi dan merampok kekayaan minyak di negaranya. Akibat sanksi yang dijatuhkan AS, Venezuela kini menghadapi inflasi tertinggi di dunia. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL