Tel Aviv, LiputanIslam.com–Setelah seorang anggota senior Hamas terbunuh pada bulan lalu, Menteri Keamanan Israel Avigdor Lieberman mengatakan, ia tidak akan terkejut jika seseorang membunuh salah satu pendukung terbesar Hamas, yaitu presiden Iran.

Menyusul kematian anggota Hamas Mazen Faqha di Jalur Gaza, gerakan pembebasan Palestina menyalahkan Israel atas pembunuhan tersebut.

Lieberman sendiri mengatakan kepada kantor berita Yedioth Ahronoth bahwa pembunuhan Faqha merupakan pembunuhan internal antara anggota Hamas.

“Kita bisa meyakini bahwa itu adalah pembunuhan internal,” kata Lieberman.

“Saya tidak akan terkejut jika pada pemilu presiden pada 19 Mei nanti, seseorang membunuh presiden Iran, Hassan Rouhani,” lanjutnya.

Lieberman tidak menjelaskan lebih lanjut tentang pernyataannya terkait potensi pembunuhan presiden Iran.

Hamas, sama seperti Iran, aktif mendukung kemerdekaan Palestina dari cengkeraman Israel. Setelah revolusi pada tahun 1979, Iran memutus hubungan dengan Israel  dan tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL