Washington, LiputanIslam.com—Menteri Pertahanan AS, James Mattis mengatakan, Amerika Serikat tidak menjarah minyak Irak setelah perang yang terjadi di negara tersebut. Hal itu ia sampaikan dalam kunjungannya ke Baghdad, Senin (20/02/17).

Berbeda dengan yang dinyatakan Mattis, Trump sebelumnya berkali-kali menyatakan dalam kampanyenya sebelum pemilu presiden AS bahwa Amerika yang menduduki Irak selama delapan tahun, seharusnya mengambil minyak Irak untuk membantu mendanai perang mereka dan untuk menghalangi ISIS memiliki sumber pendapatan penting.

Namun Mattis, mantan jenderal Angkatan Udara yang memimpin militer dalam invasi Irak para tahun 2003, muncul mematahkan pernyataan Trump.

“AS telah membayar gas dan minyak selama ini, dan saya yakin kami akan terus melakukan itu di masa depan,” kata Mattis.

“Kami tidak di Irak untuk merampas minyak siapapun,” tegasnya.

Sementara itu, berbicara di kantor pusat CIA bulan lalu, Trump mengatakan, “Untuk pemenang rampasan,” dan bahwa Amerika “seharusnya menyimpan minyak” setelah mengirim banyak tentaranya ke Irak di bawah pemerintahan Barack Obama.

Trump menambahkan, “mungkin kita akan mendapat kesempatan lain [untuk mengambil minyak].”

Mattis kini menjadi orang penting dalam pemerintahan Trump. Ia telah menghabiskan seminggu terakhir di Eropa dan negara Teluk dalam rangka meyakinkan sekutu bahwa Amerika tidak akan meninggalkan aliansi militer.

Trump juga dilaporkan mengutus Menlu Rex Tillerson dan Wakil Presiden Mike Pence ke Eropa untuk memperlihatkan dukungan “tak tergoyahkan” AS untuk NATO. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL