embung di Gunung Kidul

embung di Gunung Kidul

Jakarta, LiputanIslam.com–Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya akan membangun embung (telaga) sebagai salah satu cara untuk mengantisipasi kekeringan.

“Ada anggaran Rp100 miliar sekarang ini untuk embung,” katanya usai acara Halal Bihalal Keluarga Besar Kementerian Pertanian (Kementan), Auditorium Kementan, Jakarta, Kamis (23/7) seperti dikutip Antaranews.com.

Andi menuturkan, pembangunan embung itu akan dilakukan di daerah-daerah endemik kekeringan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Andi juga mengatakan ada kurang lebih 200.000 hektare lahan pertanian yang merupakan daerah endemik kekeringan yang mana seluas 25.000 hektare terancam gagal panen atau puso.

“Ya daerah endemis, kita tahu daerah endemis kekeringan itu kurang lebih 200 ribu hektare, yang puso 25.000 hektare. Kita Kementerian Pertanian mengupayakan memperkecil kehilangan produksi karena kekeringan tahun ini,” tuturnya.

Menurut Mentan, total anggaran pemerintah untuk mengatasi kekeringan adalah Rp880 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membangun embung, irigasi di daerah endemis kekeringan, pompanisasi dan membagikan pompa air kepada petani. Kementerian Pertanian menyiapkan pompa air kurang lebih 20.000 unit.

“Kekeringan sudah kita antisipasi lebih awal sejak Januari dengan membangun irigasi, membagikan pompa kemudian alat mesin pertanian, hand tractor dan perbaikan-perbaikan infrastruktur lainnya,” tuturnya.

Andi mengatakan selama bulan Ramadan, pihaknya telah mengunjungi daerah-daerah kekeringan.

“Kami sudah menerima laporan kurang lebih 30.000 hektare kami kunjungi, kemungkinan puso (gagal panen) sangat kecil. …Insyaallah hari senin kami bergerak mengecek langsung lagi hasil-hasil dari pompanisasi dan pembangunan embung serta irigasi yang sudah dibangun. Dan saya yakin ini sangat bermanfaat untuk petani,” katanya. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL