Washington, LiputanIslam.com–Menteri Pertahanan AS James Mattis menyangkal laporan media bahwa AS tengah mempersiapkan serangan militer ke Iran, dengan menyebut laporan seperti itu “fiksi”.

Pernyataan itu ia sampaikan sehari setelah media Australia, ABC News, mempublikasikan sebuah artikel yang mengabarkan bahwa serangan militer AS ke Iran sangat mungkin terjadi pada bulan depan.

Menurut laporan ini, sejumlah pejabat Australia mengklaim bahwa AS tengah mengupayakan pemboman kekuatan nuklir Republik Islam itu. Pemerintah Australia pun disebut-sebut telah setuju membantu mengidentifikasi target dengan “menyediakan kekuatan intelijen.”

Merespon hal ini, Mattis mengaku berita tersebut mengada-ada.

“Saya tidak tahu di mana orang-orang dari media Australia mendapatkan informasi itu,” jelasnya.  “Saya percaya itu bukan hal yang tengah direncanakan sekarang, dan saya pikir itu benar-benar … fiksi,”

Ketika ditanya apakah AS memiliki kebijakan “penggantian rezim atau penghancuran”  Iran, Mattis menjawab “Tidak ada pembentukan [kebijakan] itu.”

Sementara itu, pemerhati politik konservatif dari Fox News, Tucker Carlson, menilai bahwa Iran adalah “kekuatan tangguh” yang dapat membahayakan rezim Trump jika terus meningkatkan ketegangan.

“Kita sedang bergerak menuju konfrontrasi dengan Iran. Hal itu harus dikhawatirkan oleh semua orang, dan terutama bagi para pendukung presiden. Jika Presiden Trump memutuskan berperang dengan Iran, itu akan menghancurkan kekuasannya, sama seperti Perang Irak yang menghancurkan presidensi Presidan George W. Bush,” paparnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*