Sumber: Memo

Damaskus,LiputanIslam.com—Menlu Suriah, Walid al-Moualem, menyampaikan maklumat pada Sabtu (28/9) kemarin, meminta agar semua pasukan Amerika dan Turki segera angkat kaki dari bumi Suriah. Ia memperingatkan, pasukan pemerintah Suriah memiliki hak untuk mengambil tindakan, jika mereka menolak permintaan tersebut.

Sampai saat ini, Amerika Serikat masih menempatkan 1.000 pasukan di Suriah dengan klaim untuk menghancurkan kelompok teroris. Sementara itu, Turki pun ikut melancarkan invasi militer ke Suriah utara, mengklaim tengah menargetkan kelompok teroris dan para pejuang Kurdi.

“Semua pasukan asing yang bergerak di wilayah kita tanpa izin dari pemerintah adalah pasukan penjajah dan harus segera pergi,” ucap Al-Moualem saat menyampaikan pidato pada Sidang PBB di New York.

“Jika mereka menolak, kami memiliki hak untuk melakukan tindakan di bawah payung hukung internasional,” tambahnya.

Tahun lalu, Presiden As, Donald Trump, memerintahkan mundurnya pasukan AS dari Suriah dan menyisakan sedikit pasukan untuk memastikan kelompok teroris tidak kembali lagi ke negara itu.

Baca: PM Irak Akan Buka Lintasan Al-Qaim di Perbatasan Suriah

Intervensi AS di Suriah dimulai pada September 2014 lalu, di bawah kepemimpinan Barack Obama. Meski tak mendapatkan izin dari pemerintah Suriah, pemerintahan Obama tetap membenarkan aksi militer berdasarkan poin ke 51 Piagam PBB yang memberikan hak bagi individu atau pun kelompok untuk mempertahankan diri serangan bersenjata.

“Amerika dan Turki secara ilegal telah memasuki Suriah,” tegas al-Moualem, menggambarkan dua pasukan ini berusaha untuk membuat zona aman di dalam wilayah Suriah dan telah melanggar Piagam PBB.

Bahkan, pemerintah Turki dilaporkan akan membangun beberapa rumah untuk satu juga pengungsi Suriah di zona tersebut. (fd/Memo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*