Moscow, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sebenarnya ingin miliki hubungan “terhormat” dengan Rusia  yang didasari oleh kepentingan bersama.

“Presiden Trump tidak pernah mengatakan ingin miliki hubungan buruk dengan Rusia— entah sejak kampanye presiden atau saat dia menjadi preisden. Sebaliknya, dia bilang dia ingin memiliki hubungan normal yang terhormat dengan semua negara, termasuk Rusia, [hubungan] yang didasari oleh kepentingan bersama… yaitu diantaranya adalah, tentu saja, perlawanan terhadap terorisme,” kata  Lavrov dalam program TV Voskresnoye Vremya, pada hari Minggu (14/05/2017)

“Faktanya, koherensi [kata-kata] Presiden Trump menurut saya tidak pernah terpatahkan,” tambahnya.

Hubungan AS-Rusia memburuk sejak tahun 2014 dalam isu krisis Ukraina. AS dan sekutu-sekutunya di Eropa mengeluarkan sejumlah sanksi untuk Rusia atas tuduhan intervensi Moskow dalam hubungan dalam negeri Ukraina. Sebagai tambahan, Washington juga menuduh Kremlin mengintervensi pemilihan presiden AS 2016 yang memenangkan kandidat Donald Trump.

Moscow telah berkali-kali menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa sanksi-sanksi yang dikeluarkan Barat bersifat kontraproduktif dan melemahkan stabilitas global. (ra/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL