Moskow, LiputanIslam.com—Operasi penyelamatan White Helmets dari Suriah, yang dilakukan oleh Israel atas permintaan AS dan Kanada, memperlihatkan “warna asli dan hipokritas” kelompok itu dan siapa sebenarnya dalang dibaliknya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov pada Senin (23/7/18).

Menurut Lavrov, operasi penyelamatan yang dilakukan pada hari Minggu kemarin “telah memperlihatkan secara jelas” siapa yang dilayani oleh kelompok tersebut.

Sebanyak 422 anggota White Helmets dijemput oleh militer Israel dan dikirim ke Yordania atas permintaan dari AS, Kanada dan sejumlah negara Eropa.

Diperkirakan, terdapat total 800 orang yang akan diselamatkan dari Suriah.

Kelompok White Helmets, yang mengaku sebagai kelompok relawan dan “pertahanan sipil” Suriah, sebelumnya dipuja-puji oleh Barat, dan bahkan menerima penghargaan Oscar atas film “dokumenter” tentang mereka. Padahal, mereka berkali-kali tertangkap bekerja sama dengan kelompok jihadis di Suriah.

“Sudah diketahui banyak orang bahwa White Helmets telah melakukan operasi false flag paling terkenal selama konflik Suriah. Mereka beraksi secara eksklusif di kawasan di bawah kontrol radikal Islam, memperagakan aksi palsu secara terang-terangan, yang digunakan sebagai dalih untuk menuduh pemerintah Suriah,” imbuh Lavrov.

Anggota White Helmets diperkirakan akan dievakuasi ke sejumlah negara Barat, seperti Kanada, Jerman, dan Prancis. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*