fidel castroHavana, LiputanIslam.com — Menlu Jepang menemui pemimpin dan mantan presiden Kuba Fidel Castro, di sela-sela kunjungannya ke Kuba. Demikian media-media Kuba melaporkan.

Kishida, yang pada Minggu (3/4) menuntaskan kunjungan pertama menteri luar negeri Jepang ke Kuba, bertemu dengan tokoh revolusi yang sedang sakit itu hari Sabtu (2/4), di rumah Castro di timur ibukota negara tersebut, Havana. Koran Juventud Rebelde melaporkan seperti dilansir Antara, Senin (5/4).

“Fidel dan tamu terhormat itu berbicara tentang hubungan dan ikatan Kuba dengan Jepang serta mengadakan pertukaran atas masalah penting dari ajang dunia,” kata surat kabar pemerintah Kuba tersebut.

Media setempat tidak menyiarkan foto pertemuan yang diadakan di rumah tokoh berusia 88 tahun tersebut.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Kishida telah bertemu dengan adik kandung Castro yang kini menjadi Presiden Kuba, Raul Castro.

Kishida menyatakan Jepang mendukung upaya Amerika Serikat dan Kuba memulihkan hubungan dan bahwa Tokyo ingin membuat hubungan sendiri dengan Havana pada tingkat baru.

Fidel Castro beberapa tampil di muka umum. Pada 30 Maret lalu, setelah tidak muncul 14 bulan. Saat itu ia bertemu dengan sekelompok tamu muda dari Venezuela.

Kishida pada Sabtu menyatakan Tokyo ingin melancarkan kerjasama berukuran besar dengan Havana untuk mendukung perubahan Kuba.

Menteri luar negeri itu, yang melawat dengan perutusan 30 pemimpin usaha, menyatakan Tokyo ingin melancarkan rancangan baru kerjasama Jepang berukuran luas dan besar untuk mendukung perubahan yang dilakukan Castro.

Saat berbicara dalam pertemuan dengan mitranya dari Kuba, Menlu Bruno Rodriguez, ia menyatakan rancangan itu disebut “bantuan keuangan tanpa penggantian”.

“Kedua, kami ingin menggalang hubungan ekonomi,” kata Kishida.

Sementara itu, Rodriguez menyatakan hubungan dengan Jepang akan diutamakan dan negara komunis itu ingin memperdalam hubungan bilateral di semua bidang, termasuk perdagangan, permodalan, kerjasama ilmiah dan banyak segi.

Juru bicara Kishida, Ken Okaniwa, kepada wartawan pada Kamis menyatakan embargo Amerika Serikat terhadap Kuba, yang berlaku sejak 1962, menyulitkan perusahaan Jepang melakukan usaha dengan pulau tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL