mohammad-javad-zarif_0New York, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan bahwa Iran tidak tertarik pada provokasi apapun yang dilakukan AS setelah hampir empat dekade bermasalah dengan negara tersebut.

Zarif menyatakan hal itu dalam wawancara dengan Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah organisasi think tank berbasis di New York, pada Jumat (23/09/16). Pernyataan Zarif tersebut merupakan respon dari kutipan perkataan calon presiden AS Donald Trump bahwa ia akan menembak kapal-kapal Iran di Teluk Persia.

“Tentara dan pelaut kami berada beberapa mil dari garis pantai kami. Kalian, Amerika, berada beberapa ribu mil jauhnya. Dan mereka [Amerika] khawatir ketika kapal-kapal kami memberitahu mereka untuk tidak masuk ke perbatasan [teritorial] kami, namun kalian mendekati perbatasan Iran, dan kalian melanggar batas kedaulatan kami,” kata Zarif. Ia menambahkan Teluk Persia adalah tempat yang sangat penting untuk Iran, karena di sanalah lalu lintas distribusi perdagangan minyak dunia.

Zarif juga mengatakan mayoritas warga Iran tidak percaya kepada AS dibandingkan sebelum perjanjian nuklir yang dinamakan the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang ditandatangani oleh Teheran dan  negara-negara P5+1 pada Juli 2015.

“Sebelum kami melakukan perjanjian ini, mayoritas warga Iran percaya bahwa menyelesaikan pemasalahan dengan AS akan efektif. Sekarang meyoritas menyatakan sebaliknya,” kata Zarif.

Ia menambahkan, kegagalan Washington untuk memenuhi kewajiban dalam perjanjian nuklir itu telah menambah ketidakpercayaan masyarakat Iran terhadap AS.

Selain itu, Zarif juga menyinggung peran Riyadh yang selama bertahun-tahun melahirkan dan membiayai kelompok teroris seperti Taliban dan al-Qaida, dan juga diktator Irak, Saddam Hussein, yang menerima uang dengan jumlah yang “tak dapat dipercaya” dari Arab Saudi.

“Sekarang Saudi membiayai ISIS dan al-Nusra. Namun para teroris akan berbalik melawan Saudi. Dan  ketika  itu terjadi, akan muncul bencana,”  kata Zarif.

“Mereka [Saudi] tahu pada akhirnya mereka akan menjadi target utama… Tidak ada seorang pun yang mendapatkan keuntungan dengan mendukung ekstrimisme—[mereka adalah] binatang, monster, Frankenstein yang akan menggigit tangan yang menyuapi mereka,” tambahnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL