kerryWashington DC, LiputanIslam.com — Menlu AS mengecam berbagai tanggapan negatif di negaranya atas kesepakatan nuklir Iran yang tengah dirundingkan negara-negara P5+1 dengan Iran. Ia menyebutnya sebagai histeria, atau ketakutan yang berlebihan.

“Ada banyak histeria atas kesepakatan ini,” kata Kerry kepada saluran televisi Israeli Channel 10 sebagaimana dilansir Press TV, Minggu (3/4).

Menurut Kerry, yang dibutuhkan rakyat AS bukanlah histeria, melainkan mengetahui fakta-fakta dan ilmu pengetahuan di balik fakta-fakta itu.

Sebagian wawancara itu disiarkan di Israel pada hari Sabtu malam (2/4) dan versi lengkapnya disiarkan pada Minggu malam (3/4).

Pada tanggal 2 April, Iran dan negara-negara P5+1 (AS, Cina, Rusia, Inggris, Perancis dan Jerman) berhasil mencapai kesepakatan tentang ‘kerangka kerja’ yang akan mengatur perjanjian final dan menyeluruh tentang program nuklir Iran. Kedua pihak kemudian akan merancang perjanjian final ‘Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang diharapkan selesai dibuat sebelum akhir bulan Juni mendatang.

Kerry mengatakan bahwa Washington telah menjamin Israel bahwa AS tidak akan membuang setiap pilihan berkaitan dengan aktifitas nuklir Iran. Ia merujuk pada pilihan ‘militer’, jika perjanjian itu dilanggar. Ia juga menjamin bahwa perundingan itu tidak akan merugikan Israel.

Ia menegaskan bahwa AS tidak akan menerima kesepakatan dengan Iran jika Iran tidak bersikap transparan mengenai program nuklirnya dan membiarkan pengamat internasional untuk mengawasinya setiap saat.

“Kami akan mengirimkan pengawas-pengawas yang akan mengawasinya setiap hari. INi bukan kesepakatan 10 tahun, melainkan selamanya,” tambah Kerry.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah AS menjamin tidak akan membiarkan Iran untuk membuat senjata nuklir sebagaimana dituduhkan Israel.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL