Sumber: inews.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan neraca perdagangan pada April 2019 akan mengalami defisit. Hal ini terjadi karena impor barang konsumsi, khususnya bahan pangan akan mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2019 surplus USD 0,54 miliar atau sekitar US D 540 juta. Namun, jika dilihat secara kuartal I-2019, justru masih mengalam defisit. BPS mencatat neraca perdagangan pada periode tersebut mengalami defisit sebesar USD 193 juta.

Darmin menyampaikan jika dilihat secara kuartal memang masih mengalami defisit. Sebab, pada Januari 2019 lalu, defisit neraca perdagangan pada bulan pertama tersebut mencapait USD 1,16 miliar.

“Kita lihat saja di kuartal pertama, bulan pertama defisit, bulan kedua dan ketiga surplus, tapi secara kuartal masih defisit,” kata Darmin di Jakarta, Rabu (17/4).

Meski demikian, kata Darmin, jika melihat tren sepanjang 2019, neraca perdagangan Indonesia justru mengalami perbaikan. Meski pada Januari, neraca dagang Indonesia masih defisit, namun di dua bulan selanjutnya justru menunjukan peningkatan yang baik.

Tren positif pada neraca perdagangan ini pun diikuti dengan tren defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD). Darmin menuturkan, jika melihat dua bulan lalu CAD Indonesia menunjukan tanda-tanda positif. (sh/republika/liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*