Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan sulitnya menurunkan tingkat ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh gini ratio sebesar 0,382 pada Maret 2019, turun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2018 yang sebesar 0,384.

Baca: 2020, Pemerintah Targetkan 10 Persen Keluarga Keluar dari Zona Kemiskinan

BPS mencatat, pada Maret 2019, tingkat kemiskinan Indonesia mencapai 25,14 juta orang atau sebesar 9,41 persen atau turun sebesar 0,53 juta orang dibandingkan September 2018.

Sementara itu, gini ratio di perkotaan pada Maret 2019 naik sebesar 0,392 dibandingkan September 2018 yang sebesar 0,391. Akan tetapi, angka tersebut turun juka dibandingkan Maret 2018 sebesar 0,401.

Sedangkan, gini ratio di daerah pedesaan tercatat turun sebesar 0,317 dibandingkan  September 2018 sebesar 0,319 dan gini ratio Maret 2018 sebesar 0,324.

Menurut Darmin, angka kemiskinan bisa diatasi dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan akan turun.

“Kalau pertumbuhan terjadi biasanya tingkat kemiskinan itu turun tidak susah. Atau pengangguran turun juga tidak susah. Tapi kalau gini ratio turun, nah susah itu,” kata dia, Senin (15/7). (sh/nawacitapost/liputan6)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*