Washington, LiputanIslam.com–Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan dirinya sedang menyiapakan sanksi baru terhadap Suriah menyusul serangan misil yang diperintahkan oleh Donald Trump pada Jumat kemarin.

“Kami memperkirakan sanksi tersebut akan membuat efek penting untuk mencegah pihak lain bekerjasama dengan mereka [Suriah],” kata Mnuchin kepada reporter. “Sanksi-sanksi ini sangat penting dan kami akan gunakan dengan efek maksimum.”

Mnuchin menambahkan, sanksi-sanksi yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat tersebut merupakan langkah Washington untuk melawan pemerintah Suriah yang diklaim melakukan serangan bom kimia di Idlib dan membunuh lebih dari 70 orang sipil.

Pernyataan tersebut ia katakan beberapa jam setelah tentara Angkatan Laut AS meluncurkan 59 misil Tomahawk dari Laut Mediterania ke pangkalan udara Shayrat milik terntara Suriah.

AS dan sekutunya telah menjadi sponsor utama kelompok-kelompok teroris di Suriah sejak tahun 2011. Kelompok teroris ini telah membunuh ratusan ribu orang di negara tersebut.

Washington sendiri pernah memberikan sanksi terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia. Pada bulan Januari, contohnya, Departemen Keuangan di masa pemerintahan Barack Obama mendeklarasikan sanksi untuk militer Suriah, 18 pejabat pemerintah, dan sebuah perusahaan teknologi Suriah. Depkeu AS sendiri tidak menjelaskan secara rinci terkait kasus senjata kimia tersebut.

Representatif World Health Organization (WHO) di Suriah, Elizabeth Hoff, memperingatkan pada bulan Maret lalu bahwa sanksi AS terhadap Suriah benar-benar berpengaruh buruk terhadap anak-anak yang mengidap penyakit kanker karena obat-obatan kanker tidak dapat lagi masuk ke Suriah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL