Sumber: detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub), Budi Karya Sumadi meminta masyarakat agar tidak melakukan tradisi menerbangkan balon udara pada perayaan hari lebaran. Sebab hal itu menganggu dan membahayakan keselamatan penerbangan. Budi mengimbau jika masyarakat tetap ingin melakukan tradisi balon udara, maka dapat berpartisipasi pada festival balon yang sudah dijadwalkan.

“Saya minta dengan kerendahan hati, saudara-saudara saya di Wonosobo dan daerah lainnya yang melakukan tradisi tersebut untuk hentikan kegiatan itu, karena dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” ucapnya di Jakarta, pada Kamis (6/6).

Jadwal Festival Balon Udara ditambatkan yakni di Ponorogo dan Pekalongan yang digelar pada Rabu (12/6). Kemudian ada festival serupa di Wonosobo pada Sabtu (15/6). “Kita lakukan koordinasi sama-sama melalui suatu festival. Di mana pelepasan balon dilakukan dengan suatu aturan yaitu dengan menambatkan tali sehingga balon tersebut terbang terkendali, baru setelah itu ditarik lagi,” katanya.

Baca: Masyaraakat Pangkal Pinang Pertahankan Tradisi Bertandang Lebaran

Menurut Budi, berdasarkan laporan Airnav Indonesia, para pilot mengaku melihat balon udara diterbangkan bebas tanpa ditambatkan. Balon-balon itu menganggu penerbangan. Budi menegaskan sanksi bagi pihak yang menerbangkan balon udara sembarangan itu diatur dalam UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 411 yaitu hukuman penjara maksimal 2 tahun dan denda Rp 500 juta.

“Pada dasarnya penggunaan balon itu dilarang bahkan pemerintah bisa menuntut secara pidana. Oleh karenanya kami minta untuk dihentikan kegiatan itu. Nanti minggu depan, silahkan berpartisipasi dalam suatu festival yang dilakukan oleh Airnav,” ungkapnya. (aw/detik).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*