heletevKiev, LiputanIslam.com — Menteri Pertahanan Ukraina yang baru dilantik, Valeriy Heletey, berjanji akan merebut kembali Krime dan mengembalikan integritas wilayah Ukraina.

“Akan ada pawai kemenangan Ukraina di Sevastopol,” kata Heletey di depan sidang parlemen, Kamis (3/7).

Letjend Heletey (46 tahun), disetujui parlemen untuk menjadi menteri pertahanan setelah diajukan namanya oleh Presiden Poroshenko. Pernyataannya tentang Sevastopol mendapat sambutan meriah anggota parlemen. Demikian dilaporkan BBC.

Sevastopol, ibukota Krimea, adalah basis bagi pangkalan Armada Laut Hitam Rusia. Bulan Maret lalu Krimea resmi memisahkan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia setelah menggelar referendum yang tidak diakui Ukraina dan PBB.

Selain Heletey sebagai menteri pertahanan, parlemen juga menyetujui Viktor Muzhenko sebagai sepala staf gabungan (panglima) militer Ukraina.

Sementara itu offensif militer Ukraina di wilayah konflik di sebelah timur negeri, terus berlanjut. Setidaknya 5 pasukan Ukraina tewas dan 28 luka-luka sejak serangan baru dilancarkan, hari Senin (30/6), setelah gagalnya gencatan senjata mengantarkan mengakhiri konflik.

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Francois Hollande melalui video konperensi mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mendesak kelompok separatis di wilayah Donetsk dan Luhansk untuk meletakkan senjata.

Sementara Putin menyatakan keprihatinannya dengan kematian warga sipil yang terus bertambah serta arus pengungsi ke wilayah Rusia, akibat serangan militer Ukraina. Ketiga pemimpin sepakat untuk mendorong organisasi keamanan Eropa (OSCE) untuk memaikan peran lebih aktif untuk mengakhiri konflik.

Pernyataan tersebut disambut Presiden Ukraina Petro Poroshenko yang menyatakan kesediaannya untuk menggelar gencatan senjata disertai pembebasan tawanan perang dan pengambilalihan kontrol perbatasan oleh pasukan pemerintah.

Setidaknya 250 warga sipil tewas selama operasi militer militer yang digelar Ukraina sejak April lalu. Di pihak Ukriana, hampir 200 pasukannya tewas dan 619 lainnya luka-luka sejak bulan April. Demikian keterangan kementrian pertahanan Ukraina. Sementara di pihak pemberontak, diperkirakan 800 orang tewas.

Menurut PBB setidaknya 110.000 warga Ukraina timur mengungsi ke Rusia, dan 54.000 lainnya mengungsi ke wilayah lain di Ukraina.

Separatis menuduh militer Ukraina telah membunuhi warga sipil dalam serangan yang dilancarkan di beberapa kota di Provinsi Luhansk dan Donetsk yang memisahkan diri, Senin (30/6) hingga Rabu (2/7).

Walikota Distrik di Luhansk, Volodymyr Bilous mengatakan kepada kantor berita Ukraina UNN bahwa pesawat-pesawat tempur Ukraina telah membom kota Luhansk dan sekitarnya, menewaskan 9 orang dan melukai 11 orang. Laporan lain menyebutkan korban tewas mencapai 12 orang.

Laporan terakhir menyebutkan kelompok separatis terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina yang diperkuat tank-tank dan pesawat tempur, di desa Mykolayivka, Provinsi Donetsk, Kamis (3/7). Belum diketahui jumlah korban tewas dan terluka.

Tiga polisis lalulintas ditembak mati di kota Donetsk, Kamis (3/7). Sementara Ukraina melaporkan pelanggaran udara oleh helikopter-helikopter Rusia di Provinsi Luhansk.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL