hagelStuttgart, LiputanIslam.com — Menhan AS Chuck Hagel menyatakan kekhawatirannya akan serangan darat Rusia terhadap Ukraina setelah diketahui Rusia telah menumpuk sejumlah besar pasukan di perbatasan Ukraina.

Hal itu disampaikan Hagel kepada wartawan di markas komando AS wilayah Eropa, di Stuttgart Jerman, Rabu (6/8), sebagaimana dilaporkan Press TV.

Menurut Hagel penambahan pasukan Rusia di perbatasan meningkatkan ancaman terjadinya serangan darat Rusia ke Ukraina.

“Saya rasa ini adalah realitas, dan tentu saja demikian,” kata Hagel yang berada di Stuttgart untuk menghadiri pertemuan dengan mitra-mitra kerjasama militer di Eropa, termasuk Jendral Philip Breedlove, panglima tertinggi NATO di Eropa.

“Jika kita melihat peningkatan pasukan Rusia dan canggihnya persenjataan mereka, latihan-latihan pasukan itu, senjata-senjata berat yang ditempatkan di perbatasan, tentu saja ini sebuah realitas, sebuah ancaman, sebuah kemungkinan, tentu saja,” tambah Hagel.

Para pejabat AS mengklaim Rusia telah menempatkan 20.000 pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina. Washington juga menuduh Rusia telah melatih dan mempersenjai para pemberontak separatis Ukraine timur.

Rusia telah menambah kekuatan yang di perbatasan Ukraina hingga 40.000 pasukan beberapa waktu lalu, namun kemudian menarik kekuatan itu. Rusia juga membantah keterlibatannya dalam gerakan separatisme Ukraina timur.

Sementara itu laporan media Jerman “Bild am Sonntag” baru-baru ini menyebutkan keterlibatan badan inteligen dan investigasi AS, CIA dan FBI, dalam penanganan aksi separatisme yang dilakukan pemerintah Ukraina.

Dengan mengutip keterangan pejabat keamanan Jerman yang dirahasiakan namanya, laporan itu menyebutkan keberadaan puluhan agen CIA dan FBI dalam operasi militer yang digelar Ukraina di wilayah timur negara itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL