takfiri militan

Sumber foto: Press TV

Kabinet Arab Saudi menyerukan untuk melakukan penarikan kepada  semua militan asing, termasuk yang berasal dari Arab Saudi yang kini tengah bertempur di Suriah. Riyadh sangat khawatir jika para militan ini akan menggunakan senjatanya untuk mengacaukan kerajaan.

Menteri Informasi dan Kebudayaan Abdelaziz Khoja mengatakan pada hari Senin (3/1),  mengatasnamakan Kabinet Kerajaan, bahwa kini mereka memperbaharui sikapnya yaitu “Kerajaan Arab Saudi mengutuk segala bentuk terorisme dalam wujud apapun.”

Bulan lalu, Raja Saudi Abdullah telah memutuskan bahwa “Merupakan suatu kejahatan jika warga Arab Saudi yang  bertempur di Suriah.” Langkah ini diambil guna membatasi warga Saudi untuk bergabung bersama militan asing di Suriah.

Menurut laporan terbaru, ribuan militan dari Chechnya dan Arab Saudi telah berperang melawan pemerintah Presiden Bashar al-Assad di Suriah .

Laporan tersebut mengungkapkan, sekitar 14.000 militan dari Chechnya telah bergabung dengan kelompok militan asing lainnya di Suriah, menjadikan Chechnya menempati posisi teratas sebagai negara yang mengirim teroris untuk berperang di Suriah. Sedangkan Arab Saudi berada di urutan kedua, dengan jumlah 12.000 militan. Sementara itu, hampir 5.000 warga Palestina, 4.000 orang Tunisia dan 1000 Yordania telah bergabung dengan kelompok radikal yaitu al- Nusra dan ISIS.

Keputusan kabinet ini agak mengherankan. Arab Saudi ,merupakan negara yang paling banyak mendukung kegiatan terorisme di kawasan. Sebelumnya, Perdana Menteri Irak al-Maliki juga menuduh bahwa Saudi merupakan negara yang membiayai kelompok Islam radikal di negaranya. Sedangkan untuk Suriah, bersama negara-negara Teluk dan Barat, Saudi tidak pernah berhenti mendukung kelompok teroris dengan dananya yang melimpah.

Beberapa waktu yang lalu, Arab Saudi juga berencana membeli senjata kepada Pakistan untuk mempersenjatai para militan di Suriah, yang mendatangkan kecaman keras dari Rusia. Apakah sikapnya kali ini adalah untuk melindungi citranya yang terpuruk di mata internasional akibat kebijakan sebelumnya yang mendukung terorisme?  Arab Saudi, blak-blakan menunjukkan jatti dirinya yang ‘bermuka dua’. (LiputanIslam.com/al-alam/AF)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*