sudirman saidJakarta, LiputanIslam.com–Polemik terkait tidak jadinya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) membubarkan Petral membuat sosok Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dibicarakan publik. Ada suara pro-dan kontra yang diungkapkan beberapa tokoh. Politisi PDIP, Adian Napitupulu, meragukan sosok Sudirman mampu memberantas mafia migas. Sebaliknya, mantan pimpinan KPK justru meyakini Sudirman sebagai sosok yang  bersih.

Adian Napitupulu, menyatakan kekecewaannya atas terpilihnya Sudirman Said sebagai menteri dengan alasan, Sudirman adalah mantan Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Setelah diangkat menjadi Menteri ESDM, Sudirman Said mati-matian mengatakan bahwa dirinya bukan kader PKS tapi fakta bahwa tahun 2004 dia diangkat menjadi Dewan Pakar PKS tidak bisa dipungkiri,” ujar Adian dalam siaran persnya, Jumat (31/10/2014).

Komitmen memberantas mafia migas yang dilontarkan Sudirman usai dilantik juga diragukan Adian.

“Saat ini Sudirman Said mengaku siap memberantas Mafia Migas, tetapi kenapa itu baru ia sampaikan sekarang padahal ia pernah menjabat sebagai Pejabat di Pertamina yang mengurus Impor Minyak. Kita tahu bahwa ketergantungan pada Impor Minyak memberi keuntungan besar bagi para Mafia Minyak yang bermain di selisih harga jual dan beli minyak,” kata Adian.

Sebaliknya, situs CNN Indonesia menceritakan bahwa nama Sudirman semakin menonjol justru ketika ia mental dan tersingkir dari jabatannya sebagai Senior Vice President Supply and Chain Pertamina tahun 2008/2009. Perusahaan minyak negara saat itu sedang berusaha melakukan transformasi dan bebersih diri.

Sudirman yang diberi tugas untuk membantu membersihkan dan mengefisienkan jaringan pasok minyak harus menghadapi kenyataan kuatnya mafia minyak di Indonesia. Walau susah dibuktikan banyak yang menduga ketersingkiran Sudirman akibat tekanan mafia minyak itu.

“Orangnya memang lurus dan rekam jejak anti korupsinya jelas,” kata Anang Rizkani Noor, yang menjabat sebagai Vice President Corporation Pertamina bersamaan dengan masa tugas Sudirman, seperti dikutip CNN Indonesia. Anang adalah pejabat yang juga ikut terpental dari Pertamina bersamaan dengan Sudirman.

Sebelum diangkat menjadi menteri, Sudirman Said menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad. Jabatan itu ia pegang sejak Juni 2014.

Alumni dari Universitas George Washington ini merupakan salah satu pendiri dan mantan ketua organisasi anti korupsi Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Mantan Komisioner KPK, Erry Riyana, yang ikut mendirikan MTI bersama Sudirman, meyakini bahwa kinerja Sudirman akan menguntungkan bagi pemerintahan yang baru terbentuk.

“Sebagai salah seorang yang tahu benar siapa Sudirman Said, saya yakin betul Jokowi-JK dan kita semua bakal diuntungkan dengan kehadiran dia dalam Kabinet Kerja asal didukung penuh,” ujar Erry, seperti dikutip Kompas.  (baca: Petral Tak Jadi Dibekukan, Pemerintahan Jokowi-JK Ingkar Janji)

MTI berperan besar terhadap lahirnya KPK melalui pembahasan UU pembentukan lembaga antikorupsi. Menurut mantan pimpinan KPK, Chandra Hamzah, saat KPK baru akan terbentuk, Sudirman ikut terlibat dalam proses seleksi lima pimpinan sebelum terbentuk struktur direktur dan deputi ioner Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Mungkin KPK tidak akan terbentuk kalau tidak ada orang bernama Sudirman Said,” ujar Chandra melalui siaran pers, Selasa (28/10/2014). (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL