ABCBarnieLiputanIslam.com — Perhelatan pemilihan presiden di Amerika Serikat tinggal menunggu waktu. Para calon presiden mengumbar janji kepada rakyat, dan saling sikut diantara pesaing. Mungkin, diantara para kandidat presiden AS saat ini, Donald Trump dan Hillary Clinton adalah dua sosok yang paling dikenal oleh masyarakat dunia. Hanya saja, keduanya tak ada ubahnya bagaikan harimau dan buaya. Jika Trump digelari sebagai Lord Voldermort karena pandangan rasisnya yang mencapai stadium akut, maka Hillary dikenal sebagai perempuan penjahat perang yang tangannya telah berlumuran darah rakyat Libya dan Suriah.

Selain Trump dan Hillary, ada kandidat lain yang saat ini mulai hangat diperbincangkan (meskipun bisa dibilang tidak terlalu populer). Barnie Sanders, kandidat dari Partai Demokrat merupakan pesaing Hillary yang cukup diperhitungkan.

Siapa sebenarnya Bernie Senders? Dan bagaimana pandangan-pandangannya terhadap berbagai isu-isu penting yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS)?

Bernie adalah warga negara AS yang berdarah Yahudi. Ayahnya, adalah seorang imigran dari Polandia, yang mengungsi ke AS saat terjadi peristiwa Holocaust.

Dengan menggunakan Holocaust sebagai alibi, orang-orang Yahudi meminta kompensasi. Mereka ingin mendirikan negara baru, yang terletak di jatung Timur Tengah. Penduduk Palestina diusir dari tanahnya sendiri, dan berdirilah negara ‘ilegal’ Israel. Mengingat Bernie adalah seorang Yahudi, bagaimana pandangannya terhadap Palestina?

“Kedua belah pihak, baik Israel ataupun Palestina memiliki hak untuk eksis. Garis dasar yang harus dipenuhi adalah Israel punya hak untuk eksis dalam kedamaian dan keamanan, sebagaimana Palestina juga memiliki hak terhadap tanah airnya, mengontrol sistem politik ataupun ekonominya secara mandiri,” jawab Barnie.

Namun kita tahu, bahwa konflik Palestina-Israel tidak menunjukkan tanda-tanda usai. Israel berulang kali melakukan agresi militer, dan karena itu, rakyat Palestina bangkit melakukan perlawanan. Menurut Bernie, bagaimana cara menyelesaikan permasalahan ini?

“Two state solution (solusi dua negara). Kebencian, kekerasan, dan melayangnya nyawa dalam konflik ini merupakan hal yang berat bagi warga kedua negara. Kita harus bekerja agar pemimpin Palestina dan Israel berkomitmen untuk menegakkan perdamaian, keamanan, dibanding hanya sekedar retorika kosong dan kekerasan. Solusi dua negara harus mencakup kompromi antara kedua belah pihak secara adil demi perdamaian jangka panjang. Penduduk Palestina harus memenuhi tanggung jawabnya, mengakhiri terorisme terhadap israel dan mengaku hak Israel untuk eksis. Sebaliknya, Israel harus mengakhiri beberapa kebijakannya yaitu menargetkan pembunuhan (terhadap warga Palestina, menghentikan perluasan pemukiman di atas tanah Palestina, berhenti menghancurkan rumah, bisnis, maupun infrastruktur Palestina,” jawab Bernie.

Isu lainnya yang dikomentari Bernie adalah langkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berkaitan dengan Iran. Bernie, nampaknya tidak klop dengan Netanyahu. Saat Netanyahu ke Kongres untuk berpidato, Bernie tidak menghadiri acara tersebut. Ia juga menentang Netanyahu yang cenderung sering “menganggu” Presiden AS Barack Obama dalam menetapkan kebijakan luar negeri.

Bernie juga tidak setuju dengan pendekatan Netanyahu, yang menginginkan agar sanksi terhadap Iran terus diberlakukan. Sementara menurut Bernie,

“Dalam titik ini, sanksi yang lebih keras tidak akan mampu menghentikan program nuklir Iran. Aksi militer juga berbahaya. Sanksi saat ini adalah membawa Iran ke meja perundingan dan negosiasi…”

“Saya mengucapkan selamat kepada Presiden Obama dan Menlu Kerry dan para pemimpin negara-negara lainnya yang telah berhasil menyepakati perundingan nuklir. Iran dicegah untuk menciptakan senajata nuklir, dan ini adalah kemenangan diplomasi AS, yang artinya, kita tidak perlu ditarik ke dalam perang lain yang tidak pernah berakhir di Timur Tengah.”

Barnie berdiri bersama mayoritas rakyat AS yang mendukung diplomasi sebagai metode terbaik untuk mencari solusi atas program nuklir Iran yang dianggap sebagai ancaman.

Di luar masalah nuklir, bagaimana pandangan Bernie tentang Iran?

Ayatollah Khamenei menyebutkan bahwa orang-orang yang gugur dalam perang suci melawan Zionisme adalah syuhada. Atas pernyataan itu, Bernie menanggapi dengan bergabung dengan Senate Concurrent Resolution 11, yang mencela retorika pemerintah Iran — yang dinilai sebagai anti-Semit.

Bernie juga mengecam Iran, karena ia menilai bahwa Iran adalah negara yang tidak demokratis, mengendalikan pemilihan umum, dan mengabaikan pelanggaran HAM.

Lantas, bagaimana pandangan Bernie terhadap Suriah?

“Mengutuk Assad sebagai diktator kejam yang telah memerangi rakyatnya sendiri. Penggunaan senjata kimia adalah kekejian dan pelanggaran hukum internasional. Untuk mengakhiri perang di Suriah, solusinya adalah Assad harus mundur dari kekuasaan,” jawabnya.

Sementara tentang keberadaan teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Bernie percaya AS tidak bisa melakukannya sendiri, dan harus berkoalisi dengan negara-negara lain di Timur Tengah.

“Saya mendukung serangan udara AS terhadap ISIS dan yakin bahwa langkah tersebut dipayungi hukum. Saya mendukung upaya militer AS untuk melindungi warga negaranya. Bagaimanapun juga, perang melawan ISIS tidak akan bisa menang kecuali negara-negara Timur Tengah lebih bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayahnya. AS dan sekutu Barat lainnya harus mendukung sekutu-sekutu mereka di Timur Tengah. Tetapi sekali lagi, perang ini tidak akan berakhir dengan kemenangan kecuali negara-negara Muslim yang memimpin perlawanan. Perlu diingat bahwa Arab Saudi misalnya, adalah negara yang dikendalikan oleh satu keluarga terkaya di dunia dan memiliki anggaran militer terbesar keempat di dunia. Perang ini adalah demi jiwa umat Islam, dan negara-negara Muslim harus terlibat dalam skala yang lebih besar.”

Seperti itulah Bernie. Tidak banyak berbeda dengan karakteristik pemimpin-pemimpin AS sebelumnya. Gamang dalam menyikapi konflik Palestina-Israel, anti-Iran, anti-Assad, mendukung intervensi militer, dan mengharapkan negara-negara Muslim sibuk berperang melawan terorisme yang diciptakan sendiri oleh tangan-tangan AS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL