amien skk migasJakarta, LiputanIslam.com–Amien Sunaryadi yang diangkat sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menandatangani Pakta Integritas, Jumat (21/10) di Jakarta.

Acara penandatanganan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan serah terima jabatan dari Pelaksana Tugas Kepala SKK Migas sebelumnya, Johanes Widjanarko, kepada Amien. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said yang menyaksikan acara serah terima jabatan, membacakan kembali pakta integritas yang baru saja ditandatangani Amin. Menurut Sudirman, pekerjaan pertama Amien adalah menjaga kehormatan negara. “Nomor dua menjunjung kejujuran,” ujarnya, seperti dikutip Detikcom.

Siapakah sosok Amien Sunaryadi?

Amien Sunaryadi dikenal publik setelah menjabat Wakil Ketua KPK periode 2003-2007. Saat ini Amien menduduki posisi di Bank Dunia (World Bank). Sebelum menjadi pimpinan KPK, pria yang memiliki keahlian di bidang akuntansi dan analisis keuangan ini menjabat berbagai posisi yang terkait dengan pemberantasan korupsi, antara lain:

-Anggota Perancang Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional Edisi Maret 1999 (1996-1999)
– Koordinator Studi Banding Pemberantasan Korupsi dan Badan Anti Korupsi (1997-2000)
– Ketua Tim Studi tentang Konsep Pelaporan Transaksi Keuangan (1998-1999)
– Anggota Badan Pelaksana Masyarakat Transparansi Indonesia (1999-2003)
– Anggota panitia antar-Departemen Penyiapan Peraturan Pemerintah tentang Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi (1999-2000)
– Anggota Tim Penyiapan RUU Tindak Pidana Pencucian Uang (1999-2000)
– Ketua Badan Pelaksana Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) (2003-2004)

Pria kelahiran Malang, 23 Januari 1960 ini menyatakan, dirinya akan membawa SKK Migas menjadi lembaga yang terpercaya dan memberikan kepastian hukum yang tinggi.

“Proses transaksi yang sangat banyak tiap tahunnya itu akan kami buat prosesnya menjadi lebih jelas yang didukung dengan pengambilan keputusan yang cepat dan prudent. Dan diharapkan dalam industri hulu migas bisa berjalan equal, cepat dan ada kepastian yang tinggi jadi tidak ada yang menggantung,” kata Amien seperti dikutip Kompas (19/11/2014).

Amien mengakui saat ini memang pengetahuannya di dunia migas masih terbatas. Namun dia akan berusaha membenahi lembaga ini.

“Pengetahuan saya terbatas mengenai migas. Secara umum saya memahami bahwa di sektor hulu migas di Indonesia melibatkan 300 lebih perusahaan migas (Kontraktor Kontrak Kerjasama), yang didukung lebih dari 1.500 kontraktor yang mana hubungannya dalam bentuk transaksi yang setahunnya sangat banyak,” ungkapnya. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL