Washington, LiputanIslam.com—Nepotisme berlanjut di tubuh pemerintahan Trump. Baru-baru ini, anak perempuan dari sang presiden, Ivanka, ikut melakukan pembicaraan lewat telepon dengan Presiden neoliberal Argentina, Mauricio Macri.

Macri, yang dipilih tahun lalu sebagai presiden mengalahkan kandidat kiri, Daniel Scioli, mengatakan kepada kantor berita Jepang, Asahi Shimbun, bahwa ia melihat Trump sebagai sosok yang “tegas dan agresif.” Macri juga mengucapkan selamat pada Trump meski ia mengaku mendukung Hillary Clinton.

“Dalam pembicaraan saya [dengan Trump] lewat telepon,  saya juga berbicara dengan anak perempuannya,” kata Macri. “Saya sudah mengenalnya sejak ia masih bayi.”

Memang, Macri dan Trump telah mengenal satu sama lain sejak 1980-an, ketika sang pengusaha Amerika membeli real estate dari ayah sang presiden Argentina.

Pembicaraan telepon Ivanka tersebut terjadi setelah banyaknya peringatan dari publik bahwa anggota keluarga dan rekan bisnis tak boleh ikut campur dalam pemerintahan karena rawan dikacaukan oleh kepentingan pribadi.

Minggu lalu, Ivanka juga dilaporkan ikut dalam rapat dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

“Keterlibatan mereka menimbulkan sejumlah pertanyaan etis,” tulis Emily Jane Fox di Vanity Fair. Ia menambahkan, penyelewengan aturan nepotisme terjadi pertama kali pada tahun 1967 saat John Kennedy memberikan jabatan Jaksa Agung kepada adiknya, Bobby Kennedy. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL