hamparan-sawah-berundak-jatiluwihJakarta, LiputanIslam.com — Mengapa Indonesia impor singkong, impor beras bahkan hingga impor garam? Mengapa negeri yang begitu luas dan subur, tak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri? Mengapa negara maritim dengan yang kaya raya, harus impor garam? Apakah semata-mata karena kita produk kita kalah dari sisi kualitas?

Detikfinance, mengulas penyebab lain dari ketergantungan kita mengimpor produk. Dari penuturan Arif Satria, papar Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, menyebutkan bahwa Indonesia tidak berdaya memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri lantaran kebijakan yang dikeluarkan negara-negara maju yang tergabung di dalam OECD (Organization for Economic Cooperation and Development). Kebijakan itu membuat Indonesia tidak bisa lepas dari impor pangan.

“Negara-negara maju tidak menginginkan kita swasembada pangan. Negara OECD menginginkan kita sebagai negara tergantung kepada mereka. Itu ada dokumen resminya.”

Menurut Arif, sejumlah negara maju yang tergabung di OECD, antara lain Amerika Serikat dan Australia, sengaja membidik Indonesia sebagai pasar produk pertanian mereka.

“Negara maju inginkan produk-produknya diproduksi menjadi sesuatu yang bisa dikonsumsi di sini. Mereka tidak rela kalau kita bisa swasembada sapi, swasembada beras. Mereka menginginkan kita impor terus,” imbuhnya.

Ia berharap presiden baru ke depan harus berani memotong mata rantai kebijakan ini. Jangan sampai kebijakan ini akan membuat para petani di Indonesia terus mengalami tekanan dan persaingan dengan membanjirnya produk-produk impor. Lalu, apa solusinya?

“Kita harus stop ketergantungan kita itu. Kita potong jalur-jalurnya itu. Kita perlu pemimpin yang berani yang melawan,” tegasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL