hillary-clintonWashington, LiputanIslam.com—Seorang penulis dan analis politik AS, Patrick Daniel Welch, menilai bahwa jika Hillary Clinton terpilih menjadi Presiden AS, dia akan melakukan banyak peperangan. Welch menyebut Hillary sebagai pelaku pembunuhan massal dan gila perang, dan karena itu lebih berbahaya daripada kandidat saingannya, Donald Trump.

Welch mengeluarkan pernyataan itu saat diwawancarai Press TV pada Kamis (2/6). Sebelumnya, dalam kampanye di Newark, New Jersey, Hillary menyerang program training real estate yang digagas Trump, dan menyebutnya sebagai ‘penipu’.

Hal ini dikomentari Welch sebagai ‘ironis’.

“Saya pikir, salah satu karakter politisi adalah mereka kurang memiliki rasa ironis. Hillary menuduh Trump menipu dalam keadaan dia sendiri dalam minggu yang sama terungkap melakukan kebohongan, sebagaimana laporan dari Kementerian Luar Negeri AS. Hillary saat ini terancam hukuman pidana atas beberapa kasus,” kata Welch.

Pada tahun 2015, Hillary disidang oleh komite Kongres AS dalam kasus penyerangan Konsulat AS di Benghazi yang menewaskan Dubes AS. Ia juga dipersalahkan karena telah menyalahgunakan akun pribadinya selama menjabat sebagai Menlu AS. Akun email pribadi Hillary dinyatakan mengandung ‘ratusan email yang berpotensi berisi dokumen rahasia’. Hillary juga pendukung perang Suriah dan menyerukan agar pasukan AS dikerahkan ke negara itu. (dw/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL