Sumber: sindonews.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berencana membuka keran impor jagung untuk mengantisipasi penurunan produksi akibat musim kemarau dan merespon tingginya harga jagung.

Enggar mengaku masih menunggu rekomendasi dari Kementan untuk mengeluarkan surat izin impor.

“Kita akan minta rekomendasi dari Kementan, bahwa akan terjadi kekeringan terhadap produksi dan stok jagung,” ujarnya, Rabu (21/8).

Akan tetapi, rencana impor tersebut ditolak Kementerian Pertanian (Kementan). Sebab, meskipun terjadi kekeringan, stok jagung nasional hingga saat ini masih stabil.

Baca: Pemerintah Siap Impor Jagung, Pengamat: Jangan Gegabah Putuskan Impor

“Posisi kita jelas, tolak rencana impor itu pasti. Karena enggak relevan dengan kondisi riil,” kata Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Bambang Sugiharto, Kamis (22/8).

Bambang menjelaskan, jagung merupakan komoditas pertanian yang sulit mengalami gagal panen. Sampai saat ini, belum ada kasus jagung yang gagal panen akibat kekeringan.

Dia menuturkan, jagung adalah komoditas yang tidak terlalu membutuhkan pasokan air berlebih seperti padi. Jadi, kekeringan tidak berpengaruh banyak terhadap produksi jagung.

Sementara terkait harga, saat ini harga jagung masih terjangkau. Dia mengaku telah menerima informasi dari sejumlah produsen pakan ternak bahwa harga jagung masih normal.

“Kemarin saya baru saja pergi ke produsen pakan, harga (jagung) kata mereka masih sekitar Rp 4.000 per kg,” ucapnya. (sh/republika/ekonomi.bisnis)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*