dhakiriJakarta, LiputanIslam.com–Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri yang menjadi perbincangan publik atas aksinya memanjat pagar Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), ternyata memiliki ibu seorang mantan TKW. Pengakuan ini disampaikan Hanif dalam wawancara di TV One, Senin pagi (10/10/2014).

Hanif mengisahkan, di masa kecil ia sempat ditinggal ibunya bekerja di Arab Saudi selama enam tahun.

“Alhamdulillah ibu saya dulu mendapatkan majikan yang baik,” ujar Hanif.

Saat ditanya bagaimana tanggapan ibunya atas terpilihnya Hanif sebagai menteri, Hanif menjawab ibunya tidak terlalu bahagia.

“Ibu saya sering menelpon istri saya dan berpesan ‘jaga Hanif’, karena beliau tahu menjalankan amanah sebagai menteri tenaga kerja sangat berat,” kata dia.

Lebih jauh Hanif menegaskan bahwa kementeriannya tidak akan menghalangi siapapun untuk berbisnis di bidang pengiriman tenaga kerja. Namun kementerian yang dipimpinnya bertugas untuk memastikan bahwa para TKI diperlakukan dengan baik dan diberi perlindungan.

“TKI itu kan manusia, jadi harus diberi pelayanan yang terbaik, haknya dilindungi,” jelas Hanif.

Pada Rabu (5/11/2014) Hanif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pusat penampungan TKI Elkari Makmur Sentosa yang terletak di Jalan Asem Baris Raya, Gang Z, Tebet, Jakarta Selatan. (Baca: Siapa Menteri yang Rela Panjat Pagar Demi TKI Ini?)

Karena pemilik tidak mau memberi izin masuk, Hanif pun melompati pagar. Setelah masuk, Hanif menemukan 43 TKW dalam kondisi memprihatinkan. Setelah itu, warga memberi tahu kepada Hanif ada rumah lain di dekat lokasi tersebut yang juga menjadi tempat penampungan TKW. Hanif langsung mendatangi rumah tersebut. Di sana ia menemukan 50 TKW dengan hanya satu fasilitas kamar mandi dan WC. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL