Sumber: kemenag.go.id

Babel, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mendorong para insan sivitas akademika di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar ikut merespon berbagai isu yang berkembang di publik. Menurutnya, sebagai yang punya kompetensi di bidang ilmu keislaman sudah selayaknya memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.

Demikian hal itu disampaikan Menag saat memberikan arahan pada acara Focused Group Discussion Evaluasi Pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-UM PTKIN) Tahun 2019 di Tanjungpandan, Bangka Belitung, seperti dilansir kemenag.go.id pada Sabtu (21/9).

“Kita perlu speak-up, berbicara di ruang publik. Orang yang memiliki kompetensi ilmu keislaman harus bisa merespon isu publik,” ucapnya.

Menurut Menag, inti PTKIN adalah studi keislaman. Namun sayangnya, studi keislaman saat ini minim peminat. Misalnya. prodi Ilmu Tasawuf. “Anehnya, peminatnya berkurang dan minim. Ini perlu kajian dan riset serius. Doktor Tasawuf kita banyak, seharusnya mereka bisa menjelaskan urgensi dari sebuah ilmu,” ujarnya.

Baca: Kemenag Minta Penghulu Ikut Perkuat Moderasi Beragama

Ia mencontohkan ilmu hukum tatanegara juga pernah minim peminat. Namun ketika awal reformasi, hukum tatanegara menjadi studi yang seksi. “Disinilah diperlukan, bagaimana kita membuat strategi pengenalan ilmu-ilmu keislaman kepada masyarakat,” tandasnya. (aw/kemenag/jpp).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*