Sumber: Republika.co.id

Bandung, LiputanIslam.com– Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi acara Ijtimak Ulama Alquran Tingkat Nasional yang mengangkat tema “Uji Sahih Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan” di El Hotel Royale, Bandung, Senin (8/7) malam. Menag menegaskan bahwa acara tersebut digelar bukan untuk merevisi ayat Alquran melainkan terjemahannya.

“Jadi harus digarisbahawi bahwa bukan ayat-ayat Alqurannya yang direvisi, ayat Alquran tentu tetap. Yang direvisi adalah terjemahan yang itu adalah hakikatnya karya manusia yang senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan konteksnya,” ujarnya.

Hal itu ditegaskan Menag karena masih adanya sebagian masyarakat yang menyebarkan berita hoaks bahwa Kemenag merevisi ayat Alquran. Ijtimak ulama Al-Quran yang digelar digelar Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag ini berlangsung selama tiga hari dari 8-10 Juli 2019.

Baca: Tepis Hoaks, Kemenag Tegaskan Tidak Ada Rekrut Petugas Haji

Menag Lukman berharap hasil revisi terjemah Alquran ke dalam bahasa Indonesia itu sudah bisa diluncurkan pada Agustus 2019 mendatang, sehingga masyarakat bisa dengan mudah dalam memahami Alquran.

“Mudah-mudahan LPMQ yang dikepalai oleh Pak Muchlis Hanafi mentargetkan mudah-mudahan di bulan Agustus ini sudah bisa,” ucapnya. (aw/republika/balebandung).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*