tour guide cinaBeijing, LiputanIslam.com — Seorang pamandu wisata wanita Cina telah dipecat dari pekerjaannya dan dicabut sertifikat profesinya setelah ketahuan memaksa wisatawan yang dipandunya untuk berbelanja. Video aksinya itu sempat beredar di media sosial Cina dan memicu kemarahan publik.

Kantor berita BBC News melaporkan, Selasa (5/5), pemandu wisata itu mengancam akan membatalkan jadwal kunjungan ke satu ‘destinasi’ dan tidak mengembalikan mereka ke tempat awal jika para wisatawan tidak berbelanja hingga 3.000 yuan atau sekitar Rp 6 juta.

Para pejabat Provinsi Yunnan menyebutkan tindakan pemandu tersebut telah melanggar perundang-undangan wisata Cina.

Sejak tahun 2013 operator-operator wisata telah dilarang oleh otoritas pariwisata Cina untuk memaksa para wisatawan berbelanja demi mendapatkan keuntungan tambahan.

Dalam video berdurasi 4 menit dan berbahasa Cina yang beredar di media-media sosial dan Youtube, seorang pemandu wanita mengatakan kepada para wisatawan yang memenuhi sebuah bus:

“Dimana kesadaran dan moral Anda? Jika Anda semua tidak menghabiskan lebih dari 3.000 atau 4.000 yuan, kami akan membatalkan kunjungan ke Xishuangbanna dan kami tidak akan bertanggungjawab untuk mengembalikan Anda ke Shenyang.”

Video tersebut langsung memancing netizen Cina mengungkapkan banyaknya pengalaman buruk terkait dengan operator-operator wisata di Cina.

Praktik-praktik memaksa wisatawan untuk berbelanja telah menjadi problem lama dalam industri wisata Cina. Sebagian pihak menuduh upah rendah sebagai pemicu munculnya praktik ini.

Dalam sebuah insiden di bulan Mei 2010, seorang mantan petenis nasional Cina, Chen Youming, meninggal karena serangan jantung di depan sebuah toko perhiasan di Hong Kong. Sebelumnya diketahui Chen terlibat pertengkaran dengan pemandu wisatanya karena menolak untuk berbelanja.

Sejak tahun 2013 pemerintah mengeluarkan UU pariwisata baru yang melarang praktik belanja paksa dan upah rendah di sektor periwisata. Namun insiden di Yunnan ini menunjukkan bahwa upaya lebih keras masih harus dilakukan otoritas Cina untuk mencegah insiden ini terulang.

Komisi Pengembangan Pariwisata Provinsi Yunnan mengatakan bahwa operator wisata yang mempekerjakan pemandu wanita tersebut, Kunming Fenghua Travel Agency, telah didenda sebesar 20.000 yuan.

“Saya ingin mengatakan, janganlah pergi ke Yunnan lagi. Ini bukan insiden terpisah, ini terjadi di mana-mana,” kata seorang pengguna jejaring sosial populer Cina, Weibo, seraya menyebut aksi tersebut sebagai banditisme.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL