petugas kontrol udaraMoskow, LiputanIslam.com — Sebuah media massa Rusia  mengungkap bahwa jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 disebabkan oleh sebuah rencana pembunuhan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin yang dirancang oleh seorang pengusaha besar (oligarch) Ukraina.

Komsomolskaya Pravda dan program khusus Moment of Truth, menuduh ada 3 orang yang paling bertanggungjawab atas musibah tersebut, yaitu oligarch Ihor Kolomoyskyi, pilot Ukraina penembak MH17 dan petugas pengontrol udara Anna Petrenko. Demikian sebagaimana dilansir media Inggris Daily Mail, Sabtu (6/12).

Media Rusia itu menyebutkan bahwa oligarch Ihor Kolomoyskyi mendapatkan informasi bahwa Putin akan terbang dengan jet pribadinya di wilayah yang sama dengan lokasi musibah MH17 dan memerintahkan AU Ukraina untuk menembaknya jatuh.

Untuk mendukung tuduhannya itu, media Rusia itu mengungkapkan “fakta” tentang keberadaan Anna Petrenko bersama Letkol Penerbang Dmitro Yakatsuts dari skuadron elit 299 AU Ukraina di Dubai untuk berlibur bersama setelah terjadinya musibah MH17 tanggal 17 Juli lalu yang menewaskan 298 orang penumpang dan awaknya.

Rencana membunuh Putin itu gagal, menurut laporan media massa Rusia itu, setelah pada menit-menit terakhir Putin membatalkan jalur penerbangannya, dari menuju Rostov-on-Don di selatan Rusia, menuju Moskow.

Komsomolskaya Pravda mengklaim bahwa sejak peristiwa penembakan MH17 itu, pilot Dmitro Yakatsuts dan petugas kontrol udara Anna Petrenko kini tidak diketahui keberadaannya setelah sempat diketahui berada bersama di Dubai.

Menurut laporan itu Anna Petrenko, yang tinggal di Dnepropetrovsk, adalah petugas yang menuntun MH17, yang disangkanya sebagai pesawat pembawa Presiden Rusia Putin One, ke lokasi penembakan oleh pesawat tempur yang dikendalikan Dmitro Yakatsuts.

“Tidak ada yang mencari mereka. Ini adalah pertama kalinya terjadi, seorang petugas kontrol udara dari pesawat yang mengalami kecelakaan justru dikirim untuk liburan. Ia bahkan tidak pernah diinterosi,” klaim media Rusia itu.

Laporan itu juga menyebutkan, pesawat MH17 jatuh setelah ditembak dengan meriam kaliber 30 mm dari pesawat Su-25.

Bulan lalu media-media massa Rusia merilis gambar satelit yang menunjukkan sebuah pesawat tempur yang diduga milik Ukraina, tengah menembakkan rudal ke pesawat MH17. Dalam laporannya kala itu, media-media Rusia menyebutkan MH17 ditembaki dengan meriam udara sebelum akhirnya ditembak dengan rudal.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL