hollnde nyefParis, LiputanIslam.com — Media menyebut penghargaan ‘Legion d’Honneur’ yang diberikan Presiden Perancis kepada Putra Mahkota Saudi Arabia Pangeran Nayef, adalah atas permintaan yang bersangkutan dan bukan inisiatif Perancis.

Sebagaimana dilaporkan Press TV, Jumat (11/3), media Perancis ‘Causette’ minggu ini merilis sejumlah e-mail antara para pejabat Perancis dan Saudi Arabia, yang menunjukkan ‘Perancis menerima permintaan Saudi’ untuk memberikan penghargaan bergengsi tersebut bulan ini.

Laporan juga menyebutkan bahwa Dubes Perancis di Riyadh telah mengingatkan Presiden tentang kontroversi pemberian penghargaan itu.

Seperti dilaporkan Liputan Islam, Presiden Perancis Francois Hollande hari Jumat pekan lalu (4/3) secara diam-diam memberikan penghargaan ‘Legion d’Honneur’ kepada Pangeran Nayef. Kabar tentang hal ini baru muncul setelah kantor berita Saudi SPA mengumumkannya, sementara media dan pejabat Perancis diam.

Pengumuman itu memicu kecaman di media sosial, yang sebagian besar menyebut peran Pangeran Nayef, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, dalam pelanggaran-pelanggaran HAM di negaranya.

Dalam laporan Causette disebut-sebut meminta penghargaan itu diberikan ‘pada saat Pangeran Nayef membutuhkan status internasional’.

Saudi memanen kecaman internasional karena pelanggan HAM yang tinggi. Tahun lalu saja terjadi lebih dari 150 hukuman mati, dan tahun ini saja sudah 70 orang dihukum mati, termasuk ulama Shiah dan aktifis HAM.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL