Syeikh Ahmad Yassin dan Rahbar

Syeikh Ahmad Yassin dan Rahbar

Jakarta, LiputanIslam.com – Peringatan hari Al-Quds Internasional  yang jatuh pada Jumat, 25 Juli 2014, mendapat kecaman dari Kiblatnet, media pendukung teroris transnasional ISIS. Menurut Ustadz Farid Okbah, salah satu tokoh pendukung ektremis di Suriah, Hari Al-Quds yang ditetapkan oleh Imam Khomeini itu hanyalah propaganda Syiah untuk menarik simpati, supaya Syiah diterima jadi bagian dari umat Islam. Ia juga menyimpulkan ada misi ideologis yang dibawa oleh kaum Syiah.

“Tapi kenyataannya apa betul kemudian Syiah itu membela Al-Quds? Kenyataannya jauh panggang dari api,” tegasnya, seperti dilansir Kiblatnet, 26 Juli 2014.

Farid Okbah juga menuduh bahwa Syiah merupakan agama buatan seorang Yahudi, yang bernama Abdullah bin Saba.

“Padahal selama ini, sepak terjang Syiah sendiri adalah bagian dari kerja Abdullah bin Saba, seorang keturunan Yahudi yang berpura-pura masuk Islam dan justru ajaran-ajarannya berseberangan dengan ajaran Islam,” tambahnya.

Hari Al-Quds Internasional, tiap tahunnya diperingati di berbagai belahan dunia, baik itu di negara-negara Eropa, Amerika Serikat,  Timur Tengah, juga di kawasan Asia, sebagai bentuk dukungan terhadap pembebasan Palestina dari penjajahan Rezim Israel. Para demonstran turun ke jalan, tidak terbatas dari suku, bangsa ataupun agama tertentu, karena pada hekekatnya, penjajahan adalah musuh semua umat manusia. Selain itu, pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tertuang pesan, “Kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.”

Khaleed Meshal dan Rahbar

Khaleed Meshal dan Rahbar

Hamas, adalah salah satu kelompok perlawanan terhadap Israel, yang memilki kedekatan dengan Republik Islam Iran. Sejak masa kepemimpinan Syeikh Ahmad Yassin, Hamas dan Iran kerapkali melakukan komunikasi. Pada tahun 2006, ketika Hamas menang pemilu demokratis pertama di Palestina dan menguasai parlemen, AS dan Uni Eropa menghentikan suplai bantuan mereka kepada Palestina. Padahal, Hamas sangat membutuhkan dana internasional untuk menjalankan roda pemerintahannya. Pada saat itu, Iran langsung menyediakan diri untuk menyumbang 50 juta Dollar kepada Hamas.

Selanjutnya, menurut The Washington Times, Iran memberi bantuan kepada Hamas berkisar 20 hingga 23 juta Dollar per bulan untuk Hamas.

Iran juga turut membekali Hamas dengan berbagai senjata canggih. Tahun 2012, Roket Fajr-5, sukses menghantam Israel sehingga memaksa Israel untuk melakukan gencatan senjata.  Fajr-5 adalah roket kelas internasional, bahan bakar non-fixed wing padat, 333 mm, dirancang dan dioptimalkan untuk misi artileri, mampu menghancurkan pusat-pusat penting dan vital musuh. Roket ini mempunyai jangkauan 75km, dengan muatan berat 178kg dan kecepatan 1009 meter per detik.

Dalam berbagai kesempatan, pemimpin Hamas dan rakyat Palestina mengucapkan terimakasih kepada Iran, yang bisa di simak di tautan berikut:

Ismail Haniyah mengucapkan terimakasih kepada Iran: http://www.youtube.com/watch?v=umWLSnjFbmQ

Haniyeh  berkunjung ke Iran. Rahbar bilang akan dukung penuh Palestina: http://www.youtube.com/watch?v=Xmu7-NajIVg

Peran Iran dalam  dalam perjuangan Palestina: http://m.youtube.com/watch?v=KAR12ltx67A

Tahun ini, roket Iran yang diidentifikasi merupakan seri dari Roket Sijjil, kembali digunakan Hamas melawan Israel, selain Roket M302 Khaibar yang diproduksi oleh Suriah. (ba)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL