kapal swediaStockholm, LiputanIslam.com — Sebuah kapal selam Rusia dikabarkan telah memasuki wilayah Swedia dan AL Swedia tengah melakukan operasi pencarian terhadapnya. Namun, baik otoritas Rusia maupun Swedia membantah hal tersebut, meski Swedia mengaku tengah melakukan operasi inteligen.

Seperti dilaporkan BBC News, Minggu (19/10) petang, AL Swedia tengah melakukan operasi pencarian kapal selam tersebut sejak hari Jumat (17/10) setelah terdeteksi sebuah “aktifitas bawah laut”.

Kementrian Pertahanan Rusia membantah kabar tersebut. Demikian juga otoritas Swedia, meski mengakui tengah melakukan operasi inteligen laut. Namun sebuah koran lokal melaporkan bahwa Swedia telah mendeteksi komunikasi darurat dalam bahasa Rusia.

Rear Admiral Anders Grenstad dari AL Swedia mengatakan bahwa militer mendasarkan tindakannya berdasar “tidak saja dari data observasi saat ini, namun juga dari penilaian masa-masa yang lalu.

“Ini adalah area kepentingan kekuatan-kekuatan asing,” katanya.

Wilayah perairan Swedia menjadi salah satu sumber ketegangan selama masa Perang Dingin tahun 1970-an dan 1980-an, ketika kapal-kapal selam Uni Sovyet terdeteksi memasuki wilayah tersebut. Dan krisis Ukraina kembali membuat hubungan Rusia dengan negara-negara NATO termasuk Swedia, menegang kembali.

Rusia memiliki sejumlah kapal selam yang berbasis di Kaliningrad, wilayah Rusia yang diapit oleh Polandia dan Lithuania, dan berseberangan dengan Swedia. Begitu juga beberapa pangkalan laut Rusia di Murmansk di Semenanjung Kola.

Bulan lalu koran Swedia Expressen melaporkan 2 pesawat SU-24 Rusia menerobos wilayah udara Swedia yang selanjutnya diusir oleh pesawat-pesawat tempur Swedia.

Jubir Kemenhan Rusia di Moskow mengatakan kepada wartawan bahwa “kapal-kapal Rusia telah melakukan tugasnya sesuai rencana”.

“Tidak ada situasi yang diluar kebiasaan, apalagi situasi darurat, yang melibatkan kapal-kapal Rusia,” kata jubir Kemenhan Rusia.

Sumber-sumber inteligen mengatakan kepada koran Svenska Dagbladet bahwa Swedia telah memulai operasi pencarian setelah mendeteksi komunikasi radio dalam bahasa Rusia, yang mengingikasikan terjadinya situasi darurat sebuah kapal selam Rusia di perairan Swedia, Kamis (16/10) petang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL