gambar satelit mh17Moskow, LiputanIslam.com — Kantor berita Rusia Itar-Tass, akhir pekan lalu (15/11) mempublis gambar satelit yang menunjukkan penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 oleh pesawat tempur Ukraina.

Dalam gambar tersebut tampak pesawat MH17 tengah dalam penerbangan, sementara beberapa kilometer di sisi kanan pesawat MH17 itu tampak pesawat tempur yang baru saja menembakkan rudal anti-pesawat dengan asapnya yang tampak dengan jelas.

Tass menyebut gambar tersebut diperoleh dari televisi Rusia Channel One yang sehari sebelumnya, Jumat (14/11), memberitakan hal itu. Gambar itu, klaim Channel One berasal dari “dinas inteligen asing”.

“Televisi Rusia Channel One mengatakan, Jumat, mereka memperoleh gambar itu dari satelit inteligen asing, pada detik-detik terakhir penerbangan Malaysia Airlines MH17 di atas Ukraina,” tulis Tass.

Dalam siarannya, Channel One menampilkan Ivan Andriyevsky, wakil pimpinan organisasi Russian Union of Engineers, yang menunjukkan sebuah foto yang dikirim oleh George Beatle, seorang petugas kontrol udara yang berpengalaman kerja selama 20 tahun.

Menurut keterangan Beatle, MH17 ditembak oleh sebuah pesawat tempur yang mengikutinya. Mulanya MH17 diserang dengan meriam, disusul kemudian dengan tembakan rudal anti-pesawat.

“Kami melihat sebuah tembakan gambar satelit yang dibuat dari orbit rendah. Foto seperti itu biasa dibuat untuk keperluan pengamatan darat dan udara,” kata Andriyevsky.

Menurutnya, foto itu kemungkinan besar dibuat oleh satelit Inggris atau AS dan tidak tampak adanya kejanggalan.

Fakta yang dirilis oleh media-media Rusia itu sejalan dengan klaim militer Rusia yang juga menuduh MH17 ditembak jatuh oleh pesawat tempur Ukraina. Direktur Operasi-Operasi Utama markas besar militer Rusia, Letjen Andrey Kartopolov dalam konperensi yang digelar di Moskow, Juli lalu mengatakan menuduh pesawat tempur SU-25 telah menembak jatuh MH17.

“Kami ingin mendapatkan penjelasan mengapa pesawat jet militer itu terbang sepanjang koridor penerbangan sipil pada saat yang hampir bersamaan dan pada ketinggian yang sama dengan pesawat sipil,” kata Kartopolov.

Menurut Kartopolov, sesuai spesifikasinya pesawat Su-25 mampu terbang pada ketinggian 10.000 meter dan dilengkapi dengan rudal udara ke udara R-60 yang mampu menembak jatuh target pada jarak hingga 12 km.”

Keberadaan pesawat Su-25 itu dibuktikan oleh gambar satelit yang dikeluarkan oleh Pusat Pengamatan Rostov, kata Kartopolov.

Selain itu Kartopolov juga mengklaim bahwa sebuah satelit Amerika terbang di area kecelakaan pada saat yang bersamaan. Ia pun mendesak AS untuk mengeluarkan foto satelit dan datad-data yang dimilikinya.

Kolumnis Press TV, Gordon Duff, hari Sabtu (15/11) juga menyebutkan bahwa AS dan Inggris telah memiliki gambar tersebut dan menyimpannya berbulan-bulan. Selama itu pula mereka berpura-pura tidak mengetahuinya dan justru terus menuduh Rusia dan pemberontak Ukraina sebagai pelaku penembakan.

Namun, seperti biasa, media-media barat memberikan respon negatif atas laporan-laporan media yang memojokkan Ukraina dan barat terkait dengan musibah MH17. Media terkemuka Inggris Daily Mail, misalnya, pada hari Minggu (16/11), menulis laporan berjudul “Report slams new surveillance pictures released by Russian state broadcaster as a ‘shoddy fake'”, yang isinya mempertanyakan otentitas gambar yang dirilis media Rusia itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL