china smokingBeijing, LiputanIslam.com — Rokok menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan pemerintah Cina karena terdapat 300 juta perokok di Cina. Iklan-iklan rokok juga menjadi sumber pendapatan yang potensial bagi media-media massa. Namun, media-media massa menyambut antusias program anti-rokok besar-besaran yang hendak dijalankan pemerintah.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Selasa (25/11) petang, media-media massa Cina menyambut rencana kebijakan nasional yang melarang rokok di tempat-tempat umum.

Menurut rencana itu, merokok dilarang di semua tempat dan fasilitas umum seperti kantor, sekolah dan rumah sakit. Pemerintah juga melarang gambar rokok di film-film dan televisi.

Kantor berita Xinhua dalam editorialnya menyebut langkah itu sebagai “kepedulian pemerintah atas suara publik”. Sementara Beijing Times menyebutkan bahwa pengendalian rokok kini telah menjadi isu kesehatan yang penting.

Meski demikian pendapat-pendapat sinis juga disampaikan media-media massa Cina tentang rencana itu.

“Cina telah berbicara tentang pengendalian rokok selama bertahun-tahun, namun ada banyak kesulitan dalam pelaksanaannya,” tulis Xinhua seraya menyebutkan bahwa di banyak kantor pemerintah, asap rokok selalu memenuhi ruangan-ruangan. Untuk itu, menurut Xinhua, pemerintah harus menertibkan terlebih dahulu para pejabatnya.

Menurut rencana peraturan itu, para pejabat pemerintah dan organisasi-organisasi sosial harus bertanggungjawab atas implementasi larangan rokok di wilayah kerjanya masing-masing.

Para ahli berharap pemberian tanggungjawab dan sanksi yang tegas akan membuat jera para pejabat yang selama ini bersikap “pura-pura tidak tahu” atas adanya larangan merokok.

Selain masalah asap rokok, media-media massa juga mengingatkan masalah asap polusi yang kini mengancam  beberapa kota termasuk ibukota Beijing. Penduduk Beijing, terutama, berharap udara bersih yang terjadi selama berlangsungnya KTT APEC akan bisa dipertahankan. Kala itu pemerintah membatasi kendaraan yang berlalu lalang dan memerintahkan penutupan pabrik-pabrik sehingga membuat udara Beijing menjadi jauh lebih bersih.

People Daily menyebut bahwa asap kini bukan lagi hanya menjadi masalah lingkungan, melainkan telah menjadi masalah sosial bahkan politik.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL