mantan kanselir jermanBerlin, LiputanIslam.com — Pemerintah Jerman menyuap Saudi Arabia dengan senjata RPG untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006. Demikian media Jerman melaporkan, seperti dilansir Press TV, Sabtu (6/6).

Koran Jerman Die Zeit dalam laporannya menyebutkan bahwa Kanselir Jerman Gerhard Schröder memerintahkan pengiriman granat-granat berpeluncur roket (RPG) seminggu sebelum penetapan tuan rumah piala dunia pada tahun 2000, untuk mengalihkan dukungan Saudi kepada Moroko menjadi dukungan kepada Jerman.

Akibat aksi suap itu, Jerman pun berhasil memenangkan ‘rebutan’ tuan rumah Piala Dunia 2006 dengan mengalahkan Afrika Selatan dengan suara 12 banding 11, pada putaran terakhir.

Pengiriman RPG-RPG itu merupakan bagian dari upaya politisi dan pengusaha Jerman untuk meyakinkan para pejabat FIFA untuk mendukung Jerman, Die Zeit menambahkan.

Laporan itu muncul setelah pengakuan pejabat FIFA asal AS,  Chuck Blazer, bahwa dirinya dan para anggoat Komite Eksekutif FIFA lainnya telah menerima suap bagi penetapan tuan rumah Piala Dunia 1998 hingga 2010.

Kasus korupsi FIFA mencuat ke permukaan sejak 28 Mei lalu, ketika aparat keamanan Swiss menggerebek kantor pusat FIFA di Zuriah dan menangkap 7 pejabat FIFA karena dugaan suap dan korupsi.

Pemerintah Swiss mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari penyelidikan yang digelar oleh otoritas AS atas dugaan korupsi para pejabat FIFA.

Otoritas Swiss kini tengah melakukan penyelidikan atas dugaan suap dalam penetapan tuan rumah Piala Dunia 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar.

Pada hari Selasa (2/6) Presiden FIFA Sepp Blatter mengumumkan pengunduran dirinya terkait dengan skandal korupsi yang menjerat organisasinya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL