buko haram3Abuja, LiputanIslam.com — Media Nigeria “Nigerian Vanguard” baru-baru ini menulis laporan yang memojokkan AS, menyebut negara adidaya itu sengaja menghambat upaya militer Nigeria untuk memerangi kelompok teroris Boko Haram.

Seperti dilansir media Iran Press TV, Sabtu (7/2), “Nigerian Vanguard” menulis bahwa hanya sejari setelah kunjungan Menlu AS John Kerry bertemu Presiden Goodluck Jonathan dan mantan Presiden Jendral Muhammadu Buhari akhir bulan lalu dan berjanji akan membantu Nigeria memerangi Boko Haram, AS menghentikan penjualan helikopter militer Chinook melalui Israel kepada Nigeria.

Media tersebut juga melaporkan bahwa militer Nigeria enggan untuk mengadakan kerjasama pelatihan dengan AS dan lebih memilih melakukannya dengan Rusia dan Cina karena AS menolak menjual senjatanya kepada Nigeria karena alasan HAM.

Lebih jauh lagi, laporan itu juga menyebutkan bahwa inteligen AS telah mengumpulkan data inteligen tentang Boko Haram, namun menolak membagi datanya kepada pemerintah Nigeria.

Seorang pejabat Nigeria yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan kepada Vanguard, “Jika kami memprotes, mereka baru bersedia membagikan informasi, namun informasi yang tidak terlalu penting.” Ia juga menuduh AS tidak konsisten dengan retorika anti-terorisme yang digaung-gaungkannya.

Vanguard mengingatkan Dubes AS di Nigeria James Entwistle yang pada bulan Oktober lalu mengumumkan penolakan AS menjual senjata kaliber besar kepada Nigeria.

“Katakan kami menjual senjata tertentu kepada Nigeria dan kemudian digunakan sedemikian rupa sehingga melanggar HAM. Jika saya melakukan hal itu, tentu saya bertanggungjawab atas hal itu. Kami harus serius menanggung tanggungjawab itu,” kata Entwistle.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL