Tel Aviv, LiputanIslam.com–Media Israel mengeluarkan laporan mengejutkan bahwa AS masih belum memotong bantuan finansial kepada negara-negara yang menentang Israel di Majelis Umum PBB pada tahun lalu.

Pada Desember 2017, terdapat 128 negara yang menyetujui resolusi PBB yang menentang Presiden AS Donald Trump atas pengakuannya terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menanggapi banyaknya penentangan ini, AS pun memberikan ancaman kepada sejumlah negara yang selama ini mendapat bantuan finansial dari negeri Paman Sam itu.

“Mereka mengambil ratusan juta dolar bahkan miliaran dolar, dan kemudian mereka memilih untuk melawan kita. Kami akan mengawasi pemungutan suara itu. Biarkan mereka memilih melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Namun, menurut laporan media Israel, di dalam proposal anggaran pemerintah AS 2019 yang dirilis pada Senin lalu, bantuan dana kepada negara-negara penentang Israel tidak dicabut.

Ketika ditanya tentang masalah ini, direktur Kantor Bantuan Luar Negeri AS, Hari Sastry, berdalih bahwa proposal anggaran tersebut lebih memprioritaskan “pembangunan kedubes AS di Yerusalem” .

Perseteruan antara Palestina dan Israel tak kunjung usai karena Tel Aviv menolak untuk menghentikan ekspansi militernya untuk menduduki wilayah Palestina. Sejauh ini, Israel telah menduduki wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur .

Meski begitu, pengakuan Israel atas kepemilikan Yerussalem meski didukung oleh Amerika, tidak mendapatkan pengakuan dari komunitas Internasional.  (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL