arbaeenLondon, LiputanIslam.com — Salah satu media terkemuka Inggris The Independent, Jumat (12/12),  menyebut peringatan Arbain sebagai perayaan agama terbesar dan paling berbahaya di dunia.

Hal ini tentu karena fakta bahwa perayaan ini diikuti oleh jutaan orang pengikut Shiah dari seluruh dunia serta banyaknya serangan-serangan mematikan yang selalu dialami para peziarah.

“Salah satu perayaan agama terbesar di dunia tengah berlangsung, dengan jutaan pengikut Muslim Shiah menanggung risiko dengan berjalan kaki melalui Irak,” tulis The Independent tentang perayaan hari Arbain di kota suci kaum Shiah Karbala, 62 km barat-daya kota Baghdad, hari Jumat (12/12) lalu.

Arbain adalah peringatan 40 hari hari duka setelah Ashura atau meninggalnya Imam Hussein pada tahun 680 setelah diserang oleh pasukan khalifah kedua Bani Umayah, Yazid bin Muawiyah.

Makam Imam Hussein yang menjadi tujuan ziarah dalam peringatan Arbain dikunjungi oleh sekitar 20 juta orang dari berbagai penjuru dunia. Demikian  The Independent memprediksikan. Angka itu jauh lebih besar dari peringatan haji di Mekkah yang diikuti oleh sekitar 2 juta orang.

“Jutaan orang, laki-laki, wanita dan anak-anak namun lebih menyolok mata adalah para wanita berpakaian hitam, memenuhi seluruh ujung horison. Rombongan sedemikian besar sehingga mereka menimbulkan kemacetan hingga ratusan kilometer,” tulis Huffington Post.

Puluhan orang meninggal dalam peringatan Arbain tahun lalu ketika anggota-anggota ISIS dan kelompok-kelompok militan lainnya menyerang para peziarah dengan bom bunuh diri hingga roket.

2 bom mobil menewaskan 24 orang di selatan Baghdad pada tanggal 16 Desember tahun tahun lalu, sementara serangan bom bunuh diri menewaskan 36 orang tiga hari kemudian.

Sayed Mahdi al-Modarresi, seorang pakar theologi menulis di Huffington Post bahwa Arbain merupakan “ziarah yang berbahaya namun sekaligus damai”. Sebagian peziarah memilih berjalan kaki sejauh 425 mil dari Basra ke Karbala, sebagian lainnya memilih berjalan kaki dari Najaf ke Karbala yang berjarak 80 mil, melintasi daerah-daerah yang masih dikuasai para teroris, dibakar matahari dan dibekukan oleh udara malam.

“Arbain harus dicantumkan dalam Guinness Book of World Records untuk beberapa kategori,” tulis Modaaressi, menyebut sebagai berkumpulnya orang-orang terbanyak, meja makan terpanjang di dunia, terbanyak jumlah orang-orang yang makan gratis, terbanyak jumlah sukarelawan yang bekerja, dan terbanyak menanggung serangan bom bunuh diri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL