London, LiputanIslam.com—Pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul menjadi isu hangat beberapa minggu terakhir.

Kantor berita Inggris Sunday Express  melaporkan bahwa beberapa hari sebelum sang jurnalis dibunuh, dia hendak mengungkap detil-detil mengenai penggunaan senjata kimia terlarang oleh Saudi di Yaman.

Mengutip informasi dari seorang teman dekat Khashoggi pada Sabtu (27/10/18), sang jurnalis hendak memberikan “bukti dokumenter” bahwa Riyadh telah menggunakan senjata kimia terlarang dalam agresi brutal mereka di Yaman.

“Saya bertemu dengannya seminggu sebelum kematiannya. Dia sedang tidak senang dan khawatir,” kata teman dekat Khashoggi yang merupakan seorang akademisi Timur Tengah.

Dia kemudian bertanya kepada Khashoggi mengapa ia tidak senang dan khawatir.

“Dia tidak ingin menjawab, tetapi akhirnya dia mengatakan kepada saya dia mengumpulkan bukti bahwa Arab Saudi menggunakan senjata kimia,” tambahnya. “Satu-satunya yang saya dengar setelah itu bahwa dia sudah hilang.”

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang beranggotakan Uni Emirat Arab, Moroko, dan Sudan, melakukan agresi terhadap Yaman sejak Maret 2015. Agresi ini awalnya hanya berisi pengeboman, namun kemudian ditambah dengan blokade laut dan penyebaran pasukan darat.

Akibat agresi ini, lebih dari 15.000 warga Yaman tewas, kerusakan infrastruktur yang parah, dan krisis pangan terhadap 22,2 juta orang. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*