Moscow, LiputanIslam.com— Akhir-akhir ini, media memberi banyak perhatian atas kontroversi yang dilakukan Donald Trump di masa-masa awal presidensinya. Namun, jarang ada yang mengangkat kasus 4 diplomat senior Rusia yang mati secara misterius dalam 60 hari terakhir.

Perhatian publik atas kasus kematian ini, setidaknya publik Amerika Serikat, telah diminimalisasi. Sementara pemberitaan negatif terhadap Trump yang diduga memiliki hubungan dekat dengan pemerintah Rusia diperbesar, dan mengakibatkan tersebarnya propaganda anti-Rusia dan tuduhan bahwa Rusia berperan dalam manipulasi pemilihan presiden AS.

Sejak akhir Desember lalu, empat diplomat senior Rusia meninggal dengan sebab tak jelas.

Rangkaian kasus ini dimulai dari tanggal 20 Desember, ketika Andrey Karlov, Duta Besar Rusia untuk Turki, ditembak di Ankara. Pembunuhnya seorang polisi Turki berumur 22 tahun. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan tersebut sebagai provokasi untuk menggagalkan negosiasi damai Suriah.

Namun, perhatian media atas pembunuhan ini cepat teralihakan oleh kasus penyerangan teror di Berlin oleh teroris asal Tunisia yang dituduh mendukung ISIS.

Beberapa minggu kemudian, pada 9 Januari, diplomat Rusia lainnya bernama Andrey Malanin meninggal di kamar mandi apartemennya di Athena, Yunani. Polisi menyatakan Malanin meninggal karena sebab alami dari “penglihatan pertama.” Namun tak ada sebab pasti yang bisa ditemukan.

Dua minggu setelahnya, Duta Besar Rusia untuk India, Alexander Kadakin, meninggal di rumah sakit di India karena penyakit tak jelas. Pemerintah India mengaku berduka cita atas kematian Kadakin yang telah menyukseskan perjanjian energi dan pertahanan antara kedua negara pada Oktober lalu.

Korban terakhir adalah Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB. Ia meninggal secara tiba-tiba ketika bekerja di New York pada 20 Februari. Menlu Rusia tidak memberikan detil apapun terkait kematian Churkin, dan hanya menyatakan duka cita kepada keluarga dan teman sang dubes. Pihak AS mengatakan kepada Reuters bahwa Churkin meninggal karena terkena serangan jantung, meski sebab persisnya tetap tak diketahui.

Media Rusia menyebutkan bahwa Putin sangat menghormati Churkin atas kemampuan diplomasi dan profesionalismenya. Sang pemimpin Rusia pun disebut-sebut merasa sangat kecewa atas berita kematian Churkin.

Kematian 4 diplomat senior Rusia ini terjadi ketika hubungan AS dan Rusia sedang tidak baik. Perhatian internasional namun lebih fokus ke percakapan telepon kontroversial antara Penasehat Keamanan Nasional AS Michael Flynn dengan diplomat Rusia  yang menyebabkan Flynn didepak dari jabatannya. (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL