Washington, LiputanIslam.com–Para tahanan AS telah lama melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes atas perlakuan tidak manusiawi di penjara. Namun tampaknya sedikit media AS yang mau memberitakan hal ini.

Pada bulan Oktober 2016, seorang tahanan bernama Robert Earl Council ditemukan tak sadarkan diri di ruang selnya di Limestone Correctional Facility Alabama setelah mogok makan selama 10 hari. Sementara pada April lalu, para tahanan di penjara Mississippi juga tidak makan untuk memprotes aturan penjara yang tak membolehkan mereka berolahraga di luar ruangan. Di bulan yang sama pula, terjadi aksi oleh setidaknya 30 tahanan di penjara Robert Presley, California.

Tuntutan para tahanan ini umumnya adalah “waktu rekreasi lebih banyak, akses baju bersih, harga kantin penjara yang lebih murah, akses ke program pendidikan, lebih banyak makanan bernutrisi dan waktu kunjungan dari keluarga.”

adalah akses untuk mendapat pakaian lebih banyak, mengikuti program pendidikan, agama, dan self-help, dan lain sebagainya.

Pada hari ulangtahun  Attica Prison Uprising pada September tahun lalu, terdapat 24.000 tahanan yang melakukan aksi mogok makan di 24 negara bagian. Mereka memperotes perlakuan “seperti budak” di penjara.

Dari banyaknya kasus seperti ini, hanya sedikit reporter yang mau meliput. Sebulan setelah aksi pecah, Media Matters menemukan hampir tidak ada media utama AS yang memberitakan gerakan tahanan nasional terbesar dalam sejarah AS ini.

“Media-media besar seperti ABC, CBS, NBC, PBS, CNN, Fox News, dan MSNBC — dan National Public Radio…tidak memberitakan sama sekali tentang aksi mogok makan, selain berita pendek 20 detik di running headlines NBC dan berita 3 menit di NPR,” tulis Media Matters. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL