clintonWashington, LiputanIslam.com–Media mainstream Amerika selalu mencoba melindungi elit politik seperti kandidat presiden dari partai Demokrat, Hillary Clinton dan serentak mencemari image rivalnya, Trump. Demikian kata Rodney Martin, mantan pejabat Kongres AS, dalam diskusi tentang pemilu Gedung Putih di mana Clinton dan Trump mengalami berbagai masalah.

Pada Kamis (13/10/16) lalu, Trump menyebut tuduhan bahwa ia melakukan pelecehan seksual kepada wanita adalah “kebohongan” yang dibuat oleh media.

Sementara itu, belum lama ini website WikiLeaks menguak hubungan Clinton dan korporasi-korporasi raksasa. Dilihat dari emailnya, mantan menlu AS itu diketahui menerima $675,000 dari tiga pidatonya di Goldman Sachs dan $3 juta dari perusahaan perbankan dan keuangan di Wall Street.

Tidak seperti video kontroversial Trump yang viral di internet, kasus email Clinton menerima perhatian lebih rendah dari media.

“Hal ini membuktikan betapa korup sistem [pemerintah] dan media AS,” kata Martin. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL