Tel Aviv, LiputanIslam.com–Mayoritas warga Israel menolak berdamai dengan Palestina dalam penghitungan polling keluar.

Polling keluar ini dilakukan setelah diadakannya pemilihan umum Israel yang menunjukkan partai-partai sayap kiri, yang lebih berkomitmen atas proses perdamaian dengan Palestina, kalah telak.

“Warga Israel memilih untuk mempertahankan status quo. Mereka memilih tidak untuk perdamaian dan setuju untuk penjajahan,” demikian kata pejabat senior Palestina, Saeb Erekat, dalam sebuah pernyataan.

Dalam pemilu ini, pemimpin petahana sayap-kanan, PM Benjamin Netanyahu, mendapat suara seimbang dengan lawannya yang berideologi moderat, Benny Gantz.

Partai-partai sayap kanan Israel menentang keras pembentukan negara Palestina. Mereka juga mendorong perebutan wilayah-wilayah Tepi Barat yang diisi pemukiman Yahudi.

Pada hari Selasa (9/4) kemarin, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan harapannya bahwa pemilu Israel ini dapat mengantarkan perdamaian antara Israel dan Palestina. (ra/presstv/i24news.tv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*