netanyahu2Washington DC, LiputanIslam.com — Mayoritas rakyat AS menolak kedatangan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu untuk berpidato di hadapan Congress AS bulan depan.

Mengutip laporan jajak pendapat yang digelar CNN/ORC hari Selasa (17/2), kantor berita Iran Press TV menyebutkan bahwa 63% rakyat AS menolak langkah para politisi Partai Republik untuk mengundang Netanyahu berpidato di hadapan sidang Congress tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Presiden Obama.

Netanyahu diketahui akan menggunakan kesempata pidatonya itu untuk mendesak Congress meloloskan UU pemberian sanksi baru terhadap Iran. Sementara Obama dan jajaran pemerintahannya menolak undang-undang tersebut dengan harapan perundingan program nuklir Iran yang tengah berlangsung akan membawa hasil positif.

Sementara itu Netanyahu yang menentang perundingan nuklir, berkeras membela diri atas keputusannya untuk berpidato di depan Congress.

“Saya bermaksud akan berpidato di depan Congress karena Congress memiliki peran penting dalam mengatasi masalah nuklir Iran,” kata Netanyahu minggu lalu.

Sementara itu Wapres AS Joe Biden dan sejumlah pejabat teras AS menyatakan akan memboikot acara pidato Netanyahu itu. Sebagaimana para politisi partai Demokrat, Biden dan para pejabat tersinggung dengan sikap Ketua Congress dan Netanyahu yang tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan Presiden Obama mengenai acara pidato tersebut.

Obama sendiri sejak awal telah mengatakan tidak akan menerima kedatangan Netanyahu.

Sementara itu perundingan program nuklir Iran dengan negara-negara P5+1 (AS, Perancis, Inggris, Rusia, Cina dan Jerman) telah sampai pada tahap akhir untuk mempersempit perbedaan pandangan sebelum tercapainya kesepakatan final jangka panjang.

Tidak hanya para politisi partai Demokrat, politisi partai Republik Keith Ellison, Maxine Waters, dan Steve Cohen juga mententang kunjungan Netanyahu.

“Waktu dari undangan itu dan tidak adanya koordinasi dengan pemerintah mengindikasikan bahwa ini bukan kunjungan diplomatik biasa,” kata mereka tentang rencana kunjungan itu.

“Sebaliknya ini adalah sebuah upaya untuk mendesakkan undang-undang pemberian sanksi baru kepada Iran yang bisa merusak negosiasi kritis antara P5+1 dengan Iran,” tambah mereka dalam pernyataan bersamanya.

Hal serupa dikatakan diplomat senior Dennis Ross, yang menyebut kunjungan Netanyahu itu sebagai sebuah kesalahan.

“Anda tidak boleh melakukan hal itu, dan saat Anda membuat kesalahan, akuilah itu sebagai kesalahan,” kata Ross.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL