pesawat belandaKharkiv, LiputanIslam.com — Mayat-mayat korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH-17 diangkut ke Belanda untuk menjalani proses identifikasi. Belanda adalah korban terbesar dalam musibah ini dengan 193 warganya tewas dalam musibah yang terjadi tanggal 17 Juli lalu.

Pada Rabu pagi (23/7) keranda-keranda mayat dari sekitar 200 mayat, dengan perlahan dimasukkan ke dalam pesawat pengangkut milier di bandara Kharkiv, wilayah Ukraina timur yang masih dikuasai pemerintah. Beberapa duta besar dan pejabat sipil dan militer hadir menyaksikan keberangkatan pesawat tersebut, demikian laporan BBC, Rabu (23/7).

Pejabat utusan dari Australia Angus Houston dalam sambutannya mengatakan bahwa upacara tersebut dimaksudkan untuk memberi penghormatan kepada para korban setelah mengalami tragedi yang tidak bisa diungkapkan.

Penerbangan pertama mayat-mayat tersebut tiba di Eindhoven, Belanda jam 16.00 waktu setempat dan disambut oleh keluarga kerajaan dan Perdana Menteri Mark Rutte. Hari ini juga ditetapkan sebagai hari berkabung nasional.

Selanjutnya mayat-mayat itu akan menjalani proses identitikasi di komplek Korporaal van Oudheusden. Perdana Menteri Rutee menyebutkan proses itu bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Sementara itu kotak hitam yang telah diserahkan oleh kelompok separatis Ukraina kepada utusan pemerintah Malaysia sehari sebelumnya dikabarkan telah dikirim ke Farnborough, Inggris, untuk menjalani analisis. Dari peralatan ini diharapkan dapat terkuak penyebab jatuhnya MH-17.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL