Washington, LiputanIslam.com—Penjatuhan sanksi AS kepada Iran dan ancaman Washington untuk menghukum perusahaan Eropa yang berbisnis dengan Iran telah menciptakan kesempatan bagus untuk menjatuhkan dollar AS.

Demikian analisis dari jurnalis dan tuan rumah acara Keiser Report di RT, Max Keiser.

“AS menggunakan dollar sebagai senjata untuk mendorong hegemoni dan Kerajaan Amerika. Dunia kini melihat dengan jelas bahwa dollar AS adalah Bank Pusat yang memungkinkan penipuan skema Ponzi yang disokong oleh Pentagon …yang dana multi-triliunnya hanya dipakai untuk perang, penindasan, dan intervensi pemilu di seluruh dunia,” tulis Keiser.

“Sayangnya, perusahaan Eropa menentang UE dan Komisi Eropa dengan mengancam patuh kepada sanksi AS dan membredel Iran secara finansial—sebuah langkah yang akan menambah kekayaan CEO-CEO ini, namun membahayakan jutaan warga Eropa dan rakyat seluruh dunia,” tambahnya.

Menurut Keiser, jika perusahaan-perusahaan Eropa terus patuh kepada sanksi AS meski UE telah menolaknya, pemerintah negara-negara yang tergabung dalam UE harus memotong semua batas kredit kepada perusahaan tersebut. Meski itu artinya menasionalisasi sepenuhnya bank-bank di Eropa dan menciptakan bank yang menggunakan kripto.

“Pesannya harus terkirim. Pemerintah yang bertanggungjawab harus membebaskan perdagangan dan keuangan global dari korupsi Bank Pusat AS, para pelayan mereka di sektor perbankan, dan dollar AS yang berdasarkan sistem yang memaksa dunia untuk membayar bagi militer mereka…,” paparnya. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*