edinburghEdinburgh, LiputanIslam.com—Polisi Edinburgh melakukan langkah investigasi kejahatan kebencian setelah sebuah masjid di Potterow dibakar oleh seorang pria berumur 30 tahun yang tak dikenal pada Sabtu (17/09/16).

Kejadian tersebut dimulai dengan pelemparan yang menyebabkan pintu masuk masjid rusak, kemudian halaman masjid dilempari api sampai terjadi kebakaran di beberapa bagian halaman.

Kepala keamanan di Edinburgh Tenggara, Mark Rennie, mengatakan perusakan tersebut adalah langkah yang  tercela dan sembrono. Ia meminta masyarakat yang melihat tindakan-tindakan mencurigakan di sekitar masjid atau di area Potterrow untuk segera melapor.

“Untungnya tidak ada yang terluka dalam kejadian ini, tetapi akibatnya bisa jauh lebih besar jika kebakaran itu meluas,” kata inspektur polisi John Kavanagh.

Ketua Dewan Kesetaraan Kawasan Edinburgh dan Lotian (ELREC), Foysol Choudhury, mengatakan serangan tersebut menentang prinsip kebebasan beragama dan berekspresi negara tersebut.

“Edinburgh tidak mentoleransi aksi-aksi yang bertujuan untuk menyebarkan kebencian dan memecah belah masyarakat,” kata Choundhury.

Berdasarkan data dari Dewan Polisi Nasional (NPCC), kejahatan kebencian di Kerajaan Inggris Raya (UK) yaitu Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara, naik sampai 500 persen setelah Brexit pada tanggal 23 Juni. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL