masjid homoCape Town, LiputanIslam.com — Sebuah masjid kaum homoseksual (gay) yang menghebohkan kaum Muslim beberapa waktu lalu akhirnya ditutup setelah beroperasi selama 3 hari. Kantor berita RIA Novosti melaporkan, Selasa (23/9) petang.

Seorang pejabat di Cape Town menyebutkan masjid itu ditutup karena diangap telah melanggar peraturan daerah yang mewajibkan fasilitas publik dilengkapi dengan tempat parkir, yang ternyata tidak dimiliki oleh masjid itu.

Masjid tersebut diresmikan pada tanggal 19 September lalu di tengah-tengah protes masyarakat Muslim di Afrika Selatan.

“Kami membuka masjid yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berfikiran terbuka, bukan mereka yang tertutup pemikirannya,” kata Taj Hargey, Direktur Muslim Educational Centre of Oxford sekaligus pendiri masjid tersebut kepada BBC.

Beberapa tokoh Muslim Afrika Selatan mengecam Hargley sebagai seorang yang “menyimpang”, sementara para pemprotes meneriakinya: “Kau akan pergi ke neraka!”, selama pembukaan masjid itu berlangsung.

Hargley sendiri dengan percaya diri mengklaim memiliki kualifikasi untuk mewakili pandangannya yang liberal itu.

“Saya memiliki gelar PhD dari Studi Islam Oxford University, tidak seperti para pengecam saya yang pergi kuliah dengan keledai di Pakistan atau Saudi Arabia,” kata Hargley kepada wartawan.

Diperkirakan terdapat sekitar 800.000 penganut Islama di Afrika Selatan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL