Sumber: nu.or.id

Semarang, LiputanIslam.com– Penulis Buku Daulah Islamiyah dalam Alquran dan Sunnah, M Najih Arromadloni (Gus Najih) mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak portal media yang menyebarkan hoaks belum ditutup Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Padahal jika terus dibiarkan, hal itu sangat berbahaya bagi keutuhan Indonesia.

Demikian disampaikan Gus Najih pada acara Simposium Kebangsaan yang bertema “ Pencegahan Radikalisme di Media Sosial” di Aula Balaikota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), pada Minggu (22/9).

“Ada banyak portal media yang menyebarkan hoaks tersebut sampai sekarang belum ditutup oleh Kominfo,” ujarnya.

Gus Najih mengingatkan akan permainan teknologi yang dilakukan oleh kelompok pengusung ideologi khilafah. Kelompok ini bahkan berpandangan bahwa menyebarkan hoaks adalah hal yang dibolehkan karena sebagai strategi perang.

“Indonesia dianggap negara perang lantaran sistemnya tidak Islam. Karena itu berbohong diperbolehkan sebagai strategi perang,” ucapnya.

Baca: Perkuat Persaudaraan, GP Ansor Temui Mahasiswa Papua di Semarang

Sementara Ketua GP Ansor Kota Semarang, Rahul Syaiful Bahri mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melawan hoaks. “Kita tidak boleh kalah dengan para perusak NKRI,” tegasnya.  (aw/NU/tribun).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*